Tak Penuhi Tuntutan, Puluhan Warga Protes dan Tambang Batu Bara di Desa Mekar Jadi


MEKAR JADI MUBA, BJ.COM - puluhan  warga  protes dan Portal aktivitas  perusahaan  PT . PMC pembuatan jalan tambang Batu Bara yang  melewati (Crosing ) jalan utama Desa Mekar Jadi , Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin ( MUBA).


Protes dan pemortalan tersebut di picu  belum adanya semua tuntutan masyarakat  Desa Mekar Jadi dipenuhi dan belum mendapatkan hasil nutulen kesepakatan keseluruhan tuntutan warga  yang di sampaikan kepada pihak perusahaan tambang Batu Bara yaitu, PT .PMC  saat musyawarah bersama di Gedung Serbaguna Desa mekar Jadi Selasa,(8/9/2020).


Dari pantauan  bulletinjournalist.com  di Gedung Serbaguna, musyawarah berlangsung alot dan di hadiri oleh, Kapolsek Sungai Lilin,,pihak perusahaan PT. PMC, kepala Desa  Mekar Jadi, BPD,dan para perangkat Desa serta  Masyarakat Desa yang melakukan musyawarah.


Warga menuntut dan mempertanyakan  yaitu, terkait  permasalahan izin Crosing  Jalan dan bukti nota seluruh transaksi pembayaran perusahaan PT. PMC  di duga ke  pemerintah Desa Mekar Jadi serta penjualan tanah Desa Rawa Gatal seluas lebih kurang  tiga setengah hektare kepada PT  PMC dan juga  permasalahan  perengkrutan tenaga kerja baik Skil maupun non Skil.


"Ya, Kami Sangat sayangkan sikap Kepala Desa Mekar Jadi yang langsung  tekel dan memutuskan  secara sepihak izin Crosing Jalan Desa  sebesar Rp.250 juta, Dan kemudian langsung di bagi tiga,untuk masjid Rp 150 juta,untuk operasional pemerintah Desa  sebesar Rp 80 juta dan untuk sumur bor sebesar Rp 20 juta tanpa musyawarah dan persetujuan oleh BPD dan masyarakat Desa Mekar Jadi,"ungkap warga Desa Mekar Jadi pada figurnews.com. Selasa (8/9).


Warga berharap , dari hasil musyawarah bersama  pihak perusahan PMC pemerintah desa dan BPD serta tokoh masyarakat dana tersebut dapat di kembalikan lagi dan  di masukan ke rekening pembangunan Masjid. Atas permintaan seluruh masyarakat Desa Mekar Jadi .


"Dan masalah ketenaga kerjaan aktifitas tambang yang ada di Desa Mekar Jadi sistim peringrutan  tenagga kerjaan berdasarkan keputusan seluruh warga di serahkan atau di ambil alih oleh BPD yang nantinya bila ada kebutuhan tenaga kerja hanya BPD dan warga yang bisa menentukan," harapnya.



Kemudian Ketua BPD Desa Mekar Jadi Maman Suharman 62 tahun mengatakan saat di wawancarai oleh bulletinjournalist.com di Gedung Serbaguna  mengatakan bahwa, pihak perusahaan PT PMC tidak boleh melakukan aktivitas nambang sebelum tuntutan masyarakat di penuhi yang  pertama adalah masalah reklamasi bekas tambang Rawa Gatal dan  yang ke dua Kwitansi pembayaran tanah Desa sebesar Rp 250 juta untuk masjid kemudian yang ketiga masalah izin Crosing jalan Desa sebesar  Rp 250 juta jadi jumlah keseluruhan Rp 500 juta .


"Nah, intinya sebelum tuntutan masyarakat di penuhi aktivitas nambang akan saya stop dan kalau  untuk pembuatan jalan  tidak jadi Maslah tetap jalan," tegasnya.


Sementara itu di sela musyawarah tersebut dari pihak perusahaan Batu Bara PMC  menyampaikan bahwa , pihaknya akan berkoordinasi dengan  pemerintah Desa  Mekar Jadi agar persoalan ini dapat segera terselesaikan dan lancar tidak ada masalah,"ungkapnya.


Selain itu Kapolsek Sungai Lilin AKP Hernando SH menghimbau kepada masyarakat agar persoalan ini cepat' terselesaikan dan tidak semakin rancu.


"Ini menyangkut masalah keamanan dan  berharap  dapat di rembuk baik dengan pihak perusahaan atau pemerintah Desa. Sehingga mediasi ini dapat menghasilkan  mufakat dan tidak ada yang saling di rugikan aman dan kondusif," pungkasnya Singkat.(warto)

Share on Google Plus

About redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar