Ujung Kisruh Dana PKH Komisi IV DPRD OI Panggil Kacab BRI Kayuagung

OGANILIR, BJ.COM - Komisi IV DPRD.Ogan Ilir (OI) salah satunya adalah Dinas Sosial.(Dinsos), disana ada orogram Pemerintah daerah (Pemda) maupun program-program Dinsos.yang disalurkan kepada masyarakat Kabupaten OI.

Nah, disiini ada program.keluarga harapan (PKH), yang mana program itu dari Dinsos yang akhir-akhir ini diKomisi IV banyak sekali bentuk pengaduan, aspirasi baik melalui surat maupun datang langsung kepada kami. Demikian dikemukakan Ketua Komisi IV Rizal Mustofa usai menerima Kacab BRI Kayuagung kepada awak media diruang rapat Komisi IV DPRD OI.

 "Selaku wakil rakyat dan Komisi yang membidangi ini sudah menjadi kewajiban kami, menjadi beban moral kami untuk menindaklajuti persoalan ini,"katanya.

Dikatakan Rizal Mustofa, Pengaduan itu bermacam-macam, ada yang mengatakan masyarakat tidak mengerti, tidak mengetahui sama sekali   masalah uang yang mereka terima dan bagaimana rinciannya.

"Adalagi kasus bahwa KPM ini tidak menerima atau memegang KKS yang merupakan juga berpungsi sebagai ATM. Bahkan ada masyarakat mengadu kepada kami itu tidak memegang sama sekali dan ada lagi yang mengadu bahwa uang mereka terima tidak sama seperti pada rekening koran buku tabungan mereka,"ungkapnya.

Mengetahui hal tersebut Komisi IV DPRD OI telah melakukan upaya-upaya investigasi, upaya dengar pendapat dengan Dinsos OI, koordinator Kabupaten PKH, berikut kecamatan PKH dan pendamping  PKH didesa.

"Kami menemukan mised disitu,
Masalah edukasi yamg menjadi tugas SDM PKH itu, pendamping menjelaskan kepada masyarakat  supaya mengerti program PKH itu, mekanisme pencairannya seperti apa, dan itu memang  masih banyak masyarakat tidak mengetahui,"katanya.

Lebih lanjut Politisi Partai NasDem ini mengatakan, Dari dengar pendepat  dengan mereka ada hal-hal yang  sfatnya simpang-siur. Mulai dari pencairan, mekanisme pencairan, kenapa uangnya itu tidak sesuai dengan yang diteruma KPM. 
Dengan hal itu pihaknya memandang perlu meminta penjelasan instansi pembayar dalam hal ini BRI.

"Alhamdulillah hari ini hadir Kepala Cabang Kayuagung yang membawahi OKI dan OI yang terdiri 5 Cabang Pembantu(Capem), dan 18 unit,"kata.Rizal.

Masih kata Rizal.Mustofa, Berdasarkan keterangan dari mereka bahwa mekanisme yang menjadi tupoksi BRI itu sudah mereka lakukan.
Artinya poinnya bahwa BRI harus menyerahkan buku tabungan plus KKS yang juga nerpungsi menjadi ATM itu langsung diberikan kepada KPM. Artinya langsung diberikan kepada KPM (Keluarga Penerima Manfaat) bukan kepada pendamping, ketua melompok.

Artinya ferson by ferson (orang perorang-red )", dan sudah di  sarankan pihak BRI untuk segera merubah kartu PIN yang ada di kartu KKS.

 Yang kita temukan sekarang masyarakat tidak memengang kartu KKS, dimana ada masyarakat mengetahui uang yang mereka terima beda dengan ap apa yang direkening koran, dan hal tersebut perlu didalami.

 Komisi IV Komitmen bahwa inilah  masyarakat kecil harus ditemukan dimana yang  menerima salah. Apakah nanti masalahnya  di edukasi, atau ada penyimpangan dilakukan oleh "sebuah kelompok atau SDM yang ada".

"Kita lihat nanti bagaiman peran Dinsos, peran Korkab,  kita kihat salahnya dimana. Kita.sama-sama.cari.solusi, kita betulkan kalu tidak betul, dan jika sudah menyangkut rana pidana kita akan teruskan ke pihak berwajib,"pungkasnya. 

Sementara ditempat yang sama Kepala.Cabang BRI Kayuagung Tommy Salasah usai rapat dengan Komisi IV kepada awak media mengatakan, 
 Jadi itu hanya mised komunikasi, tadi sudah kita jelaskan semuaoads dengar pendapat komisi IV.

saya berterimakasi karena banyak hal-hak dikaoangan bisa dikoreksi. Baik dari kita BRI mauoun dari mitra-7mitra kit diluar.insya Allah kedepan yidak ada masalag lagi.

"Permasalahan -permasalahan secara detil.sudah kita smoaikan kepada Ketua Komisi.IV itu yang inginkan seperti itu.
Masalah tersebut bisa clear kedepannya,"katanya

Tommy Salasah berharap kedepannya tidak ada lagi mised komunikasi tentang ATM PKH tersebut.
"Saya berharap  kedepan tidak ada lagi mised komunikasi atau masalah yang timbul dalam program PKH ini,"katanya.

Pada penyayaluran  masing-masing penyaluran perima bantuan PKH tersebut  jadi oetugas kami di bansis itu kangsung myershkan kepada  yang berdangkutan itu disertai ohoto penyerahan. Jadi kita langsung menyerahakan kepada yang bersangjutan.pdnerima dan bukan kepada siapapun juga.

"Jadi kalau ada oenyalahgunaan artinya kita tidak tahu lagi. Jadi dilapangam seperti aoa itu bukan wilayah kita lagi,"
Ungkapnya.(Gheka)
Share on Google Plus

About redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar