Pemdes Karang Anyar dan Warga Gotong Royong Bersihkan Saluran Parit Primer

BANYUASIN, BJ.COM - Pemerintah Desa Karang Anyar , Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin bersama masyarakat berjibaku gotong royong bersih  - bersih parit primer dan sekunder, untuk menagulangi adanya bencana banjir yang sering melanda di desanya dengan menggunakan alat seadanya, seperti parang dan cangkul.

Hal tersebut di lakukan  hampir  setiap tiga bulan sekali selama empat tahun lamanya, Pemerintah Desa dan masyarakat selalu bergotong - royong membersihkan parit Primer tersebut.

Walaupun demikian " Pemerintah Desa dan masyarakat sering melakukan gotong royong hampir tiap tiga bualan sekali namun hal tersebut tidak merubah keadaan, di setiap  musim penghujan tiba  banjir masih  terus melanda di Desa Karang  Anyar," ungkap Sariman (35) salah satu warga setempat,Sabtu (9/5/2020) saat di bincangi oleh media bulletinjournalist.com.

Sambung Sariman , kegiatan gotong royong ini guna untuk mengurangi dampak banjir yang sering melanda  di desa kami mas" bahkan di tahun 2020 ini banjir agak bertahan lama hingga sampai tiga bulan.

"Ya, adanya banjir ini kebun karet kebun sawit dan rumah warga banyak yang kebanjiran hampir satu desa terendam bajir dan di perkirakan menimbulkan kerugian yang sangat besar, kebun karet tanaman kami mati semua begitu juga kebun karet  warga lainnya, yang tidak mati cuman tanaman kelapa sawit saja dan dengan harapan   pemerintah Kabupaten Banyuasin segera melakukan  , upaya  Normalisasi Parit Sekunder" imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Karang Anyar Ngatimin, Sabtu (9/5) menjelaskan  kegiatan gotong royong ini di lakukan guna untuk menanggulangi adanya banjir tahunan tiap kali hujan lebat berturut turut pasti banjir.

"Rencana kedepan kami bersama warga akan membuat tanggul penahan air yang menggunakan Dana Desa, yang akan kita ajukan melalui APBDES dan Musrenbang untuk tahun anggaran 2021 mendatang. Tanggul yang kita buat rencananya di antara Desa Teluk Tenggulang, Desa Sidomulyo   menuju ke arah Desa Karang Anyar,  pasalnya dahulu di daerah Teluk Tenggulang dengan Desa Sidomulyo banyak rawa - rawa yang di bedah dan airnya mengalir ke desa kami di karenakan desa kami dataran  lebih rendah, jadi desa kami sering  terendam banjir ," jelasnya singkat,(warto)
Share on Google Plus

About redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar