Pengadaan Seragam dan Buku Sekolah di Dinas Pendidikan MUBA Diduga Bermasalah

Sekayu, BJ.COM - Janji politik Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin yang dicanangkan pada saat kampanye terbuka di hadapan Masyarakat Musi Banyuasin dengan program memberi bantuan gratis di bidang pendidikan khususnya SD dan SMP sepertinya dimanfaatkan oleh oknum yang diduga mencari keuntungan secara individu.

Hal ini dapat dilihat  pada beberapa sekolah di Kecamatan Sekayu yang menjadi pusat perhatian sebagai jantung Kota Musi Banyuasin.

Dari hasil pantauan media ini dilapangan hanya berapa gelintir saja yang mendapat seragam dan buku sekolah selebihnya belum mendapat bantuan tersebut, padahal uang dianggarkan oleh Pemerintah Musi Banyuasin melalui Dinas pendidikan tahun anggaran 2019 mencapai 4 Milyar yang dikerjakan oleh PT. Cipadung yang diduga beralamat di luar Kabupaten Musi Banyuasin.

Salah seorang Kepala Sekolah saat di wawancarai Kamis (09/09/2020 ) yang minta namanya dirahasiakan dalam pemberitaan ini karena takut dirinya terancam dia mengaku kalau di Sekolah yang dipimpinnya hanya dapat berapa gelintir saja 5 perempuan itu tidak sampai kemudian seragam itu ukurannya tidak cocok, sehingga bantuan tersebut tidak bisa dimanfaatkan dan mubazir saja.

Kemudian pembagian buku tulis untuk kebutuhan siswa itu tidak mencukupi dalam satu tahun, dan yang mendapatkan bantuan tersebut hanya untuk keluarga yang tidak mampu.

"Sementara hampir semua siswa saya ini orang tua nya tidak mampu jadi saya menilai pihak yang berkompeten itu kurang pengawasan atau ini ada unsur di sengaja" kata sumber itu kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Musi Banyuasin Musni Wijaya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsaap nya dia mengatakan "Saya berterimakasih atas atensinya dan perlu kami jelaskan, alokasi anggaran utk pengadaan pakaian dan Buku tulis pd APBD 2019 sangatlah terbatas. maka hanya dapat dialokasikan untuk 5 kecamatan, termasuk kecamatan Sekayu".

"Terkait  pengalokasian pakaian dan buku tulis tersebut itu dialokasikan untuk siswa yang orang tuanya kurang mampu. Jadi memang tidak semua siswa dalam kecamatan itu mendapatkan bantuan"

Pada tahun Aanggaran  2020 ini akan di alokasikan kembali untuk siswa yg kurang mampu namun itu akan dialokasikan pada kecamatan yang belum mendapatkan pada tahun anggaran  2019 sebelumnya " tutup Musni (Warto/Tim).
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar