Kabar Baik, Dunia Catat 79% Pasien Positif Corona Dinyatakan Sembuh


WASHINGTON, BJ.COM –  Virus Corona jenis baru yang menimbulkan penyakit Covid-19 terus menyebar ke berbagai penjuru dunia. Kendati demikian, angka kesembuhan dari pasien Covid-19 secara global cukup tinggi, yakni mencapai 79 persen.

Sebanyak 206 negara dan wilayah telah melaporkan adanya kasus infeksi dan kematian akibat penyakit Covid-19 yang terdeteksi pertama kali di Kota Wuhan, Provinsi Hubei Cina.  Terdapat 252 ribu orang di seluruh dunia berhasil pulih atau sembuh dari virus corona baru atau Covid-19. China menjadi negara dengan pasien pulih terbanyak yakni 77.207 orang.

Mengutip data yang dihimpun John Hopkins University and Medicine pada Ahad (5/4), yang dikutip dari Republika.co.id, Spanyol menyusul China di urutan kedua dengan jumlah pasien pulih 38.080 orang. Namun hingga berita ini ditulis, Negeri Matador masih memiliki 130.759 kasus Covid-19.

Jerman memiliki 26.400 pasien yang pulih. Kini mereka masih menangani 96.108 kasus Covid-19. Urutan keempat ditempati Italia dengan total 20.996 pasien sembuh. Saat ini Italia memiliki 124.632 kasus virus corona. Iran menempati urutan kelima dengan 19.736 pasien pulih. Sementara jumlah kasus Covid-19 di sana masih berada di angka 58.226.

Posisi keenam diduduki Prancis dengan 15.574 pasien sembuh. Mereka masih menangani 90.853 kasus Covid-19. Amerika Serikat (AS) berada di bawah Prancis dengan 15.021 pasien pulih. Saat ini Negeri Paman Sam berada di urutan teratan negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak yakni 312.245.Korea Selatan (Korsel) menempati urutan kedelapan dengan 6.463 pasien pulih. Negeri Ginseng masih menangani 10.237 kasus Covid-19.

Swiss menempati urutan kesembilan dengan 6.415 pasien sembuh. Mereka masih memiliki 21.100 kasus Covid-19. Kemudian posisi kesepuluh diduduki Belgia dengan 3.751 pasien pulih. Hingga berita ini ditulis Belgia menangani 19.691 kasus virus corona.

Sembuh dari Covid-19 merupakan sebuah harapan dan sekarang menjadi kenyataan

Seperti dikutip dari data Worldometers pada Minggu (5/4/2020), sebanyak 246.638 pasien Covid-19 di dunia sembuh. Jika dibandingkan dengan jumlah kasus nonaktif yang mencapai 311.367 kasus, persentasenya mencapai 79 persen.
Jumlah kematian naik mencapai 21 persen atau 64.729 jiwa. Di Italia, sebanyak 15.362 orang meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19. Mayoritas merupakan pasien berusia 75 tahun ke atas.

China yang makin pulih dari wabah ini mencatat 3.329 kematian sejak Desember 2019. Namun, berdasarkan jumlah kasus, Amerika Serikat (AS) kini memiliki jumlah kasus infeksi corona terbanyak dan telah melampaui China sebagai awal pusat wabah.

AS mencatat kasus infeksi sebanyak 311.635, sementara jumlah kematian di seluruh AS melampaui 8.000 jiwa. Kini pusat virus bergeser tidak lagi di China tetapi di Eropa dan AS.

Pemerintah Jerman juga mencatat kasus tertinggi harian dalam paparan Covid-19. Data dari Worldometers mencatat, Jerman memiliki 96.092 kasus infeksi virus bernama resmi SARS-Cov-2 ini dan kematian sebanyak 1.444. Sementara itu, Iran sebagai negara Timur Tengah yang terdampak paling parah akibat corona mencatat total infeksi sebanyak 55.743 dengan catatan 3.452 kematian.

Pemerintah Prancis juga melaporkan jumlah kematian yang mencengangkan hingga Ahad (5/4) dengan catatan 7.560 kematian. Sementara itu, kasus orang yang terinfeksi tercatat sebanyak 89.983.

Negara-negara lain telah mencatat ribuan hingga ratusan infeksi virus, sementara catatan kematian ada pada angka satu hingga ratusan akibat virus ini di banyak negara. Tidak sedikit negara memberlakukan pembatasan ketat terhadap orang asing yang masuk ke dalam negeri menyusul kasus-kasus baru di setiap negara banyak yang diimpor dari luar negeri.

Pemerintah di sejumlah negara juga memberlakukan karantina wilayah, provinsi, bahkan nasional yang sangat ketat guna mengekang penyebaran virus lebih luas dan cepat.

Kebijakan social distancing atau jaga jarak maupun physical distancing diperpanjang di berbagai negara guna menurunkan kurva kenaikan Covid-19. Kenaikan infeksi ini telah berdampak pada seluruh sektor terutama ekonomi di negara-negara maju sekalipun.

Wabah Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi global oleh WHO pada 11 Maret. Pasalnya, Covid-19 dengan mudah menular dari orang ke orang di banyak bagian dunia pada saat yang bersamaan.

WHO sempat menyatakan butuh lebih dari tiga bulan untuk mencapai 100 ribu kasus pertama yang dikonfirmasi di seluruh dunia. Namun, nyatanya, jumlah kasus telah mencapai 200 ribu kasus hanya dalam 12 hari. Kini semua menaruh harapan untuk kesembuhan yang lebih besar lagi di seluruh dunia.

Berikut ini data terkini tentang 10 negara dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak:

Amerika Serikat:  277.953 kasus positif corona (7.152 jiwa meninggal, 9.823 orang sembuh)

Italia: 119.827 kasus positif corona (14.681 jiwa meninggal, 19.758 orang sembuh)

Spanyol: 119.119 kasus positif corona (11.198 jiwa meninggal, 30.513 orang sembuh)

Jerman: 91.159 kasus positif corona (1.275 jiwa meninggal, 24.575 orang sembuh)

Cina: 82.518 kasus positif corona (3.330 jiwa meninggal, 76.760 orang sembuh)

Perancis: 65.202 kasus positif corona (6.520 jiwa meninggal, 14.135 orang sembuh)

Iran: 53.183 kasus positif corona (3.294 jiwa meninggal, 17.935 orang sembuh)

Inggris: 38.690 kasus positif corona (3.611 jiwa meninggal, 209 orang sembuh)

Turki: 20.921 kasus positif corona (425 jiwa meninggal, 484 orang sembuh)

Swiss: 19.606 kasus positif corona (591 jiwa meninggal, 4.846 orang sembuh).

Direktur Jenderal Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menilai, pandemi COVID-19 menunjukkan kelemahan dan kesenjangan dalam sistem kesehatan milik banyak negara. Virus corona sekaligus memperlihatkan ketidaksiapan dunia menghadapi pandemi.(net)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar