Anggota DPRD Minta DPMD OI Gunakan Sisa ADD di BSB Sebesar Rp.6,8 Miliar

OGAN ILIR, BJ.COM - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI) M Ikbal, memerintahkan Kepala Dinas Pemberdaya Masyarakat Desa (PMD) agar segera membuka blokir dana Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp.6,8 miliar untuk 227 desa yang saat ini disimpan di Bank Sumsel Babel.

Hal tersebut dikatakan M Ikbal yang merupakan anggota Fraksi Golkar usai menghadiri sidang rapat paripurna di Komplek Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai Inderalaya, Senin (13/4).

"Sesuai instruksi Presiden RI anggaran dalam bentuk apapun kegiatannya segera bisa digeser untuk penanganan Covid19, dari pada pihak PMD menahan ADD untuk kegiatan pelatihan PKK, karangtaruna bahkan jalan-jalan ke Bali," katanya.

Masih kata Ikbal, bahwa Dinas PMD OI harus segera membuka blokir sisa dana ADD di setiap desa agar bisa dimanfaatkan untuk penanganan Covid19.

"Nantinya dari ADD tersebut bisa dipergunakan untuk kepentingan masyarakat seperti membeli sembako, Hand Santizer dan Densinfektan guna memutus rantai wabah virus Covid19. Kalau setiap desa Rp.30 jutaan bisa dikalikan 227 desa, kan uangnya banyak untuk dimanfaatkan penanganan covid," katanya.

Terkait hal tersebut Ketua DPRD OI H Suharto juga saat dikonfirmasi mengatakan, besok akan digelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas, pihaknya akan mempertanyakan persoalan tersebut.

" Ya besok ada RDP, kita pertanyakanlah apa alasannya, mengapa sampai menahan dana ADD, apa dasarnya, sampai kemana.  Sebenarnya berdasarkan peraturan pemerintah pusat kan memang menyerukan sampai tingkat desa bagaimana mengatasi sebaran covid 19, salah satunya melalui Dana Desa dan ADD kabupaten. Yang jelas hal ini kita minta kejelasannya kepada dinas terkait,"kata H Suharto.

Sebelumnya diduga guna memuluskan rencana kegiatan pemberdayaan karangtaruna, pkk, studi banding ke Bali tahun 2020, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD)Kabupaten Ogan Ilir (OI)  "menahan" dana Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp30juta untuk setiap desa. Sementara di OI terdapat 227desa, sehingga total dana yang mengendap di rekening mencapai Rp6,8miliar. Bahkan untuk melancarkan kegiatan "penahanan" dana tersebut dinas sampai melayangkan surat ke Bank Sumsel Babel cabang Inderalaya agar tak mencairkan dana tersebut.

Salah satu kades di Kabupaten Ogan Ilir yang enggan menyebutkan namanya mengatakan mengapa sampai sebesar Rp30juta dana ADD ditahan, saat wabah corona melanda idealnya kegiatan mengumpulkan orang, atau jalan-jalan kan sedianya tidak dilakukan karena memang dilarang. Padahal maksud dirinya uang tersebut akan digunakan untuk memberikan bantuan kepada rakyat desa dalam menghadapi pendemi corona.

" Ya kalau di Dana Desa kan sudah dihapuskan program pemberdayaan dialihkan dananya untuk antisipasi penyebaran corona, kami minta di ADD juga begitu jadi jangan lagi menahan uang rakyat desa sebesar Rp30juta, untuk apa ditahan-tahan. Kalikan saja berapa jumlah desa di OI, uangnya bisa Rp6,8miliar. Kami ini rencananya mau beli sembako mau beli desinfektan untuk antisipasi corona. Yang kami pertanyakan mengapa dinas sampai menyurati Bank Sumsel Babel, untuk menahan dana itu. Kalau kami gunakan dan ADD pasti tidak sembaranganlah. Jadi curiga ini, jangan-jangan orang dinas khawatir kalau kegiatan  jalan ke Bali dibatalkan, mungkin dia tidak dapat fee dari situ. Ini musim corona, saya rasa kegiatan seperti itu bisa batal karena ada hal yang lebih penting untuk diatasi," jelasnya.

Sementara itu Kadis PMD OI Trisnopilhaq ST Msi melalui Kabid Pemerintahan Desa Dinas PMD OI Leddy Ismed ST Msi membenarkan jika sudah mengirimkan surat kepada Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk tidak mencairkan dana Rp.30 jutaan per-desa.

Menurut Leddy, uang sebesar Rp30jutaan tersebut saat ini mengendap di rekening desa, tidak disetor kemana-mana, untuk sementara tidak ditarik, karena kalau diitarik juga tidak bisa di spj-kan. Karena untuk penanganan penyebaran virus corona sudah ada pos- posnya, seperti lomba desa, pelatihan yang lainnya sekitar Rp14-20juta bisa digunakan untuk penanganan covid.

"Meskipun mereka tarik tidak bisa di spj-kan otomatis jadi balak (musibah-red) bagi mereka juga, kita khawatir kalau dana sembarangan digunakan akan jadi masalah bagi kades juga. Sementara instruksi pusat sampai Mei bahwa penanganan covid masih akan dilakukan. Namun kalau diperpanjang lagi maka bisa berubah, karena status darurat nasional. Jadi tidak ada proyek jalan-jalan ke Bali atau apa,  kita tidak bisa ngomong seperti itu. Mana mungkinlah kita ke Bali disituasi seperti ini," ujarnya.

Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya Yathris Dermawan membenarkan bahwa Dinas PMD OI mengirimkan surat ke Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya,"ya memang ada surat dari PMD OI yang menyatakan agar memblokir uang sejumlah Rp30jutaan per desa, kami juga tidak berani   membuat surat untuk memblokir rekening kalau tidak ada surat tersebut. Jadi ketika ada surat pencabutan blokir ya kita bisa buka blokirnya,"katanya. (Gheka)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar