Oftimalkan Penerimaan Pajak, Bapenda PALI Lakukan Pendataan Potensi Wajib Pajak di Lima Kecamatan

Kepala Bapenda Kabupaten PALI Amrulah
PALI, BJ.COM - Pajak merupakan fondasi kekuatan ekonomi dan sistem kinerja pemerintahan, pajak juga merupakan stabilisator kekuatan ekonomi serta sistem kinerja pemerintahan daerah maupun negara. Pajak sumber utama penerimaan negara yang meliputi belanja pegawai hingga pembiayaan pembangunan.

Untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), telah melakukan upaya pendekatan terhadap wajib pajak diseluruh lima Kecamatan dalam Kabupaten PALI dengan menerjunkan tim pendataan pajak.

Oftimalisasi penerimaan pajak daerah gencar dilakukan, upaya kerjasama dengan instansi tetkait terus digandeng pihak Bapenda, agar konektifitas antara pengusaha atau pemilik tempat usaha seperti toko, perusahaan, rumah makan, gedung sarang walet dan lain sebagainya memiliki izin sehingga pemilik tersebut sadar akan wajib pajak.

Hal demikian diungkapkan oleh Hajidah Maysia SE Kepala Bidang Pajak Daerah Bapenda Kabupaten PALI kepada awak media di Kantor Bapenda Pali Jalan Merdeka KM10, Kamis (30/1/2020).

"Kami telah melakukan pendataan wajib pajak dan objek wajib pajak baru di Lima Kecamatan, pendataan tersebut meliputi pajak hotel, tempat hiburan, restoran/rumah makan, catring, warteg dan kantin, reklame, penerangan jalan PLN dan non PLN, sarang burung walet, galian C dan (BPHTB), ujar Kabid Pajak Daerah Bapenda PALI yang kerab dipanggil Hajidah itu.

Kendala Tim Pendataan Pajak di Lapangan 

Sebanyak yang kami temui, kata Hajidah, wajib pajak atau pemilik usaha tersebut belum memiliki izin, sehingga kami kesulitan untuk mendata pajak mereka.

"Atas temuan ini, kami imbau instansi dan pihak terkait mensosialisasikan tentang mendirikan izin tempat usaha dan bangunan, agar masyarakat kususnya wajib pajak sadar akan pajak, sehingga penerimaan pajak daerah dapat oftimal", terangnya.

Minimnya intensitas atas kepatuhan wajib pajak tergolong masih rendah, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Bapenda Kabupaten Pali melakukan pendataan dan jemput bola terhadap wajib pajak demi meningkatkan PAD PALI.

"Karena keterbatasan anggaran Bapenda belum bisa melaksanakan sosialisasi wajib pajak. Misalnya, ketentuan tarif pajak khususnya pajak Restoran, Hotel dan tempat hiburan, pelaporan mereka masih berdasarkan kejujuran dan keikhlasan dalam melaporkan penghasilan perbulannya", imbuhnya.

Wajib pajak yang kita data di lima Kecamatan sebagian besar belum mempunyai izin usaha sehingga belum mampu memenuhi pembayaran pajak sesuai peraturan daerah.

Minimnya pengetahuan Wajib Pajak akan pentingnya peran pajak daerah dalam pembangunan, hal tersebut merupakan tantangan yang harus kami kerjakan dalam mengemban amanah tanggung jawab dan tugas kami sebagai pelayan masyarakat supaya target PAD oftimal sesuai target, harap Hajidah.

Prediksi Persentase Penerimaan Pajak Daerah 5 Tahun Kedepan

PAD bidang pajak daerah Kabupaten PALI terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun, peningkatan tersebut terbilang sukses dengan pencapaian penerimaan pajak diatas target setiap tahunnya.

Bapenda Pali terus menggali potensi pajak baru dan meningkatkan pajak yang sudah ada. 2019 Bapenda Pali telah menerima realisasi pajak sebesar 18.7 Milliar dari target penerimaan pajak daerah Rp 14.4 Milliar, artinya penerimaan pajak daerah melebihi target sebesar 4.3 Milliar.

Jenis Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Kabupaten PALI

PLT Kepala Bapenda Amrulah SPd mengatakan, pendataan 2020 banyak penambahan objek pajak baru.

Secara kedinasan Bapenda dituntut untuk menggali pajak, terang Amrulah. Namun disisi lain ada juga keterkaitan OPD seperti Perhubungan, Perizinan, Dinkes, Lingkungan Hidup, PU dengan galian C, itu kalau bicara soal retribusi, ujarnya.

"Jadi, dibentuknya tim optimalisasi ini, seluruh OPD kususnya instansi terkait diharapkan memberi kontribusi dalam meningkatkan PAD, termasuk Dinas Perikanan", ungkap Kepala Bapenda itu.

Penyaluran Retribusi Pajak dan Kepatuhan Perusahaan yang Bergerak di Kabupaten PALI

Ada beberapa perusahaan yang memang belum berkontribusi, ungkap Amrulah. "Inilah yang menjadi tugas saya untuk melakukan pendekatan dan kami telah membagi tugas di beberapa bidang. Perusahaan yang sudah proaktif yakni GBS, Agro Langgeng, Pertamina dan PLN, namun ada juga perusahaan yang kita warning seperti Aburahmi.

"Tahun 2020 kami menargetkan penerimaan pajak agar dapat meningkatkan pendapatan daerah minimal diatas tahun 2019. Tahun 2018 penerimaan pajak kita 115%, tahun 2019 penerimaan pajak naik 1% menjadi 116%. Tahun ini target kita 18.2 Milliar", tutupnya.(Lipsus/rd)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar