440 Orang bersama Tim Gabungan, Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di PALI

Sekda PALI Syahron Nazil, Dandim Muara Enim-PALI Letkol Inf Syafrudin, Kapolres PALI AKBP Yhudi Suharyadi SIK, Kepala BPBD Pali Junaidi Anwar saat pantau peralatan penanggulangan bencana
PALI, BJ.COM - Sebanyak 440 orang petugas terdiri dari beberapa tim gabungan, TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, Damkar, Dinsos, Linmas, RSUD Talang Ubi, melaksanakan apel kesiapsiagaan pasukan dan peralatan penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung untuk mengantisipasi bencana yang kemungkinan terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (14/1/2020).

Apel dipimpin langsung Dandim 0404/Muara Enim/PALI Letkol Inf Syafruddin, Komandan Apel Ipda Supardjo, berlangsung  di lapangan eks Bandara Stanvac, Kelurahan Handayani Mulya, Selasa (13/1/2020).

Hadir pada apel gabungan tersebut Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi SIK, Sekda PALI Syahron Nazil dan Kepala BPBD PALI Junaidi Anwar serta tamu lainnya.

Kepala BPBD PALI Junaidi Anwar menjelaskan, sesuai prediksi BMKG cuaca ekstrim dan hujan akan berlangsung enam bulan kedepan, kata Junaidi, maka dari itu. Hari ini kita laksanakan apel kesiapsiagaan gelar pasukan dan peralatan penanggulangan bencana banjir, tanah longsor  dan angin puting beliung.

Ini merupakan rangka mengecek persiapan personil dan peralatan yang digunakan, baik dalam pencegahan bencana ataupun penanggulangan bencana di wilayah PALI. Tim gabungan nantinya akan siaga dan di tugaskan pada pos-pos atau titik-titik rawan bencana.

“Ini dalam rangka mempersiapkan SDM dan peralatan untuk penanggulangan bencana,” katanya.

Dijelaskanya,  personil yang disiagakan diantaranya, TNI, Polri, BPBD, tim kesehatan, Pol PP, Damkar, pihak Pertamina, Camat dan Kades.
Ia berharap, tim gabungan nantinya dapat  bekerjasama dan  menjalankan tugas sehingga penanganan terhadap bencana dapat lebih cepat, tepat.

Juga tak kala penting peran serta seluruh elemen masyarakat, kolaborasi dan koordinasi dilapangan yang paling penting.

Junaidi menambahkan, ada beberapa titik yang dianggap rawan banjir dan penggerusan tanah, yakni 10 Desa di Kecamatan Tanah Abang,  4 Desa di Kecamatan Penukal Utara rawan banjir, 2 Desa di Kecamatan Penukal, 3 Desa di Kecamatan  Abab dan ada beberapa titik di Kecamatan Talang Ubi rawan banjir akibat tergenang air hujan.

“Artinya, dengan data yang ada perlu kesiapsiagaan terhadap bencana untuk mengurangi jatuhnya korban dan dapat meminimalisir dengan cara meningkatkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat, dan personil nantinya akan disiagakan di lokasi-lokasi tersebut,” ujar Junaidi.

Sedangkan Bupati PALI H Heri Amalindo dalam amanatnya melalui Dandim Pali mengatakan, bencana merupakan ancaman bagi kehidupan kita, dalam hal ini akan dilakukan pencegahan penanganan bencana, dengan merubah pola kita semua demi mengatasi bencana alam.

"Kami mengajak, kita bersama-sama mengatasi bencana, tugas ini merupakan tugas mulia, diperlukan upaya-upaya yang meliputi patroli secara terpadu, meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya di desa-desa yang rawan dan terkena bencana".

Kami juga menghimbau kepada personil supaya tugas dan peranan masing-masing dapat memberikan bantuan pertolongan sewaktu-waktu bencana datang mengalami kondisi wilayah rawan banjir.(bj/adv)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar