Miliki Identitas Ganda, Pria Paru Baya Ini Tidak Dapat Salurkan Hak Pilihnya

Ogan Ilir, BJ - Kesal dialami oleh Lelek Ramadhan pria adal pulau seberang ini datang ke TPS 03 namun tidak bisa memberikan hak suara karena memiliki identitas berbeda.

Pria paruh baya ini nampak bersitegang menanyakan hak pilihnya. Apalagi di 12.30Wib datang ke TPS 03 untuk memberikan hak suaranya. KTP dalam pemilihan tersebut sudah masuk tengah hari maka hak pilih bagi DPK diberikan dengan menyeryakan KTP Elektronik.

Dalam buku panduan aturan Panwas, angka 4 (empat) disebutkan
4. Pengawasan terhadap pemilik khusus (DPK) yaitu Pemilih khusus DPK
tidak terdaftar dalam DPT/DPtb, harus menunjukkan KTP elektronik, menggunakan hak pilih sampai pukul 12.00, memilih sesuai alamat di KTP el.

Hal trtsebut merupakan aturan baru, sementara pada buku panduan yang dipegang para saksi (IIn) dibuku panduan yang bertuliskan Bawaslu tahun 2019 tersebut pada poin 2 akurasi daftar pemilih. Hal tersebut disebutkan jika tidak termasuk dalam DPT maka yang bersangkutan harus menunjukkan KTP El (atau identitas lain berupa suket, KK, paspor, atau SIM).

Melihat aturan ini Ramadhan warga RT 02 Desq Pertmaya Baru ini bertambah bersikukuh mendesak panitia agar dia dapat memberikan hak pilihnya.
"Percuma ada KK jika tidak bisa memilih,"ujarnya sembari memperlihatkan KK Yang nampak sudah lusuh tersebut.

Petugas dari TPS 03 Desa Permata Baru Benwir dan RM Hatta dari PPS turut memberikan penjelasan kepada bapak yang sudah kakek-kakek ini.

"Bapak mempunyai identitas berbeda. KTP dan KK beda alamat. Seharus jika sudah pindah alamat harus membuat KTP sesuai alamat baru,"terangnya.


Sementara anggoya PPS yang berada di TPS 03 membetikan keterangan bahwa peraraturan sudah berubah. Jadi buku panduan yang di pegang saksi yang berada di TPS itu tidak berlaku.

Melihat ini Bulletinjournalist.com konfirmasi dengan Panwaslap (Bawaslu) dan melihat buku panduan yang dibawanya juga disaksikan oleh petugas keamanan Pilres Ogan Ilir.
Dari aturan baru tersebut benar saja bahwa pemilih yang tidak termasuk dalam DPT harus menunjukkan KTP elektronik dan memberikan suara pada pukul 12.00.dilokasi TPS .

Akhirnya PPS memutuskan warga yang membawa dua identitas berbeda tersebut diputuskan tidak bisa memberikan hak pilihnya karena hal tersebut.

Pengamatan dilapangan untuk Pilpres di TPS 03 Rt.02 Desa Permata Baru tersebut dari 289 mata pilih yang datang memberikan hak suaranya hanya 230 mata pilih. Di tolak 1 karena memiliki identitas berbeda dan 1 terlambat datang. Pada perhitungan di TPS 03 untuk Pasangan Capres 01 Jokowi Ma'ruf mendapat 81 suara, sedangkan pasangan nomor 02 Prabowo Sandi unggul mendapat 141suara dan blanko 8 suara. (Gheka Iswadi)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar