Yayasan Poltek Bakal Buka SMK Pertanian Di Muba Sumsel

MUBA, BJ - Menuju Musi Banyuasin (Muba) maju berjaya, bermartabat dan berpendidikan, Yayasan Politehnik (Poltek) mengelar diskusi serta merancang konsep pendidikan, bahkan telah menyiapakan pendirian Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian di Muba, dikawasan Cafe Nyelup's Jalan Kolonel Wahid Udin Lingkaran Dua Kayuara, Jumat (03/08).

Kawasan yang bakal dijadikan SMK Pertanian oleh Yayasan Politehnik seluas tiga ektar, pembahasan tersebut saat diskusi antara Ketua Yayasan Poltek sekaligus penggagas Hairad Sudarso, dihadiri Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Tri Mulyadi SP. MSi,  Hanif P Fandi SPt, MSi,  Haki SP,  Andi WS, Didik S, Ahmad Yani SH, Denres, Zuhri SKom dan Indra Jaya SKom

Hairad sudarso salah satu pelopor dan pengagas SMK Pertanian dalam diskusi ringannya mengatakan, ia mengajak rekan alumni pertanian mengupas Kurikulum Nasional, Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura,  Agrobisnis Tanaman Perkebunan. "Bagaimana tidak kurikulum bisa lebih efisien jika tahun depan SMK Pertanian resmi dibuka, memiliki kualitas yang bermutu dengan kinerja praktek yang bisa dihandalkan sebanyak 70 Praktek, sehingga SDM yang dikeluarkan siap bersaing dan langsung dilirik", ujar Hairad Sudarso.

"Konsep sekolah akan memanfaatkan perusahaan perkebunan, mayoritas perusahaan perkebunan dibidang kelapa sawit,  untuk bea sekolah tidak gratis namun diupayakan yang membayar pembiayaan adalah perusahaan", sambungnya.

Kita upayakan setiap perusahan 5 atau 3 siswa yang harus difasilitasi sampai selesai oleh perusahaan di wilayah kerja perusahaan (WKP), sehingga jika lulus SDM bisa langsung diarahkan ke perusahaan tersebut atau di tempat lain, juga bisa melanjutkan ke jenjang D1 jurusan pengelolaan perkebunan dalam hal ini bidang sawit, tambah Hairad Sudarso.

Hairad menambahkan, ini bukan hanya implementasi belaka, SMK yang akan kita laksanakan kedepan berharap bisa kejenjang D1, kita masih terkendala tenaga pengajar S2, pemenuhan guru kejurusan baru bidang kelapa sawit, saya yakin putra - putri Muba dapat menyalurkan ilmunya.

Denres mengukapkan, kami sangat bersukur sekolah pertanian dapat berdiri di Muba,  banyak yang tidak paham bahwa pertanian merupakan ladang,  jika serius maka akan berguna dan menghasilkan,  untuk acara dikusi saya respon bahkan ketika Pak Hairad yang juga senior saya membuat diskusi terbuka saya datang tertarik ikut menyumbang saran,  semoga visi kita untuk bersama memajukan pendidikan di Muba tercapai.

Sementara Tri Mulyadi SP. MSi alumni STI Pertanian, sekarang pejabat di Bappeda Muba, mendukung dan siap membantu, bahkan kami merespon untuk mengajar atau menjadi Dosen pengajar. "Saya siap menjembatani karena rekan alumni sudah tersebar, bahkan kita upayakan konsolidasi kerjasama dengan IPB untuk diskusi, saya berharap untuk praktek tidak cukup lahan tiga hektar, kita upayakan minimal 100 hektar lahan praktek", ujar Tri.(Warto)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar