Diduga Miliki Ilmu Santet, Warga Asal BALI Ini Diusir Pemangku Adat

MUBA, BJ - Problem Solving atau pengusiran paksa terhadap warga pendatang terjadi dari Dusun Suka Damai Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berhasil dicegah oleh Polsek Tungkal Jaya Polres Muba.

Solving tersebut dialami Nengah Kasih yang akrab dengan sapaan (Widji) dari Dusun Sukamaju Desa Sukadamai oleh pemangku adat Bali Dusun Sukamaju Kecamatan Tungkal Jaya, Muba.

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti. SE.MM melalui Kapolsek Tungkal Jaya IPTU Heri Suprianto, SH membenarkan peristiwa tersebut. Menurut Perwira balok dua dipundak itu mengatakan Rabu (4/7) sekitar pukul 17.00 Wib dirinya menerima laporan dari ketua Rukun Tetangga (RT) Komang, bahwa ada sejumlah warga masyarakat keturunan Bali yang tinggal di Desa Suka Damai Kampung Suka Makmur mengepung rumah I Nengah Kasi Alias Widji.

Mendapat laporan tersebut Kapolsek dan 4 anggota lainnya langsung bergerak cepat, Sekitar pukul 20.00 Wib tiba dilokasi melihat warga masyarakat Bali yang di pimpin pemangku adat
Wayan Sukasti berjumlah sekitar 70 orang berada di sekeliling rumah milik Widji.

Warga tersebut lanjut mantan Kapolsek Sanga Desa itu, warga tersebut ingin mengusir paksa Widji dari rumahnya. Widji dituding memiliki ilmu hitam (Santet) yang menyebabkan masyarakat menjadi resah.

Kemudian Kapolsek dan anggotanya menenangkan warga dengan megajak untuk menyelesaikan persoalan masyarakat secara musyawarah dan mufakat.

Selanjutnya Kapolsek Tungkal jaya ini duduk bersama masyarakat dan pemangku Adat Bali untuk bermusyawarah di rumah I Nengah Kasi Alias Widji.

Setelah di lakukan mediasi kepada ke dua belah pihak sehingga terjadi kesepakatan oleh masyarakat dengan Widi.

"Dari pertemuan tersebut didapati beberapa kesimpulan yakni, I Nengah Kasi alias Widi di keluarkan dari perkumpulan Adat Bali, I Nengah Kasi tidak diperkenankan berbicara dengan masyarakat dan ikut berkemunikasi dalam adat Bali, I Nengah Kasi diperkenankan untuk tinggal di rumahnya di kampung Suka Makmur Desa Suka Damai", terang Kapolsek.

Setelah selesai mediasi sekitar pukul 22.00 Wib secara tertib warga membubarkan diri kembali kerumah masing-masing kemudian pukul 23.00 Wib Kapolsek dan anggota meninggalkan kampung tersebut.(warto/toding)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar