TIDAK MILIKI LAPAK PEDAGANG KAKI LIMA MALING HAK PENGGUNA JALAN

MUBA, bulletinjournalist.com - Pasar merupakan sarana prasarana jual beli dan tempat dimana berkumpulnya para pedagang antara pembeli untuk melakukan transaksi bahan pokok, kondisi Pasar Kota Sekayu sangat padat, setiap hari pengunjung memadati pasar tersebut, yang berlokasi di Kelurahan Balai Agung.

Saking padatnya para pengunjung serta meningkatnya kebutuhan masyarakat, membuat pedagang sayur dan buah - buahan yang belum menempati lapak memanfaatkan bahu jalan untuk mengais rizki.

Hal tersebut sehingga mengaggu para pengendara atau penguna jalan yang lalu lalang, ironisnya lagi banyak mobil dan motor mengalami kemacetan di jalan pasar tersebut.

Minggu (24/06/18) bulletinjournalist.com melalkukan investigasi ke pasar Kota Sekayu. Sangat di sayagkan, banyaknya para pedagang yang berjualan sampai memakan bahu jalan, sehingga jalanan menjadi sempit.

"Akibat jalan yang semakin menyempit, kami merasa sagat kesulitan untuk menggunakan jalan ini, itupun disebabkan oleh orang yang berjualan  banyak memakan bahu jalan", ujar Wawan salah satu pengendara sepeda motor.

Masih ujar Wawan, dirinya berharap semoga Pemerintah Daerah Musi Banyuasin dapat menata para pedagang dan segera mengadakan penertipan.

In, satu diantara puluhan pedagang kaki lima memberikan alasan kenapa dirinya masih berjualan di Pasar Kota Sekayu, sedangkan Pemerintah telah membuatkan los di Pasar Tradisional Randik.

In menuturkan, karena menurutnya Pasar Kota Sekayu ramai, jualan miliknya habis ludes setiap hari. "Sedagkan di randik sepi kami gak dapat untug malah tambah tekor", pugkasnya.

Sampai berita ini di terbitkan Kepala Dinas Perdagangan tidak bisa dihubungi.(Warto)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar