Diduga Korosi, Kurun Waktu 4 Bulan Pipa Pertamina Alami 12 Titik Kebocoran

PALI BJ - Line Pipa transper minyak mentah milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field yang berlokasi di Desa Setia Jaya Kabupaten Musi Banyu Asin perbatasan Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali mengalami kebocoran.

Tak tanggung - tanggung setelah tujuh titik di sabetase oleh orang tidak bertanggung jawab beberapa waktu lalu, kali ini lima titik line pipa tersebut kembali bocor di jalur pipa yang sama, yang mengakibatkan semburan minyak mentah menyasar ke kebun karet milik warga serta masuk ke sungai disekitar lokasi pipa yang bocor. Yang mengakibatkan air sungai berubah jadi hitam pekat dan berbau. Sedangkan hutan dan pohon karet milik warga yang terkena semburan minyak, terlihat mengering atau mati.

Namun sangat disayangkan, meski kejadian bocornya pipa minyak tersebut diketahui sejak Selasa (15/5) lalu, pihak Pertamina seolah lambat menangani limbah minyak yang mencemari lingkungan dan seolah dibiarkan berceceran dimana-mana.

"Kejadian itu diketahui sebelum puasa, tetapi pihak Pertamina tidak pernah berkoordinasi dengan kami selaku pemerintah desa. Padahal lokasi itu jelas masuk ke wilayah Talang Akar," ungkap Heru Martin, kepala desa Talang Akar, Minggu (20/5).

Banyak kebun warga jadi korban semburan minyak yang berasal dari pipa yang bocor, namun dikatakan Heru Martin, pihak Pertamina selalu beralasan bahwa akibat disabotase, jadi tidak ada ganti rugi.

"Kami minta secepatnya dibersihkan, dan kalau memang itu disabotase siapa pelakunya, karena pihak Pertamina banyak memiliki tenaga keamanan, sebab akibat kejadian itu  banyak warga yang tidak bersalah jadi korbannya," tandasnya.

Sementara itu, Ferry Prasetyo, Asisten Manager PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field mengaku bahwa kejadian tersebut diketahui sudah lima hari yang lalu. Hanya saja, menurut Ferry bahwa lokasi kejadian dari keterangan petugas dilapangan masuk wilayah Desa Setia Jaya Kecamatan Jirak Kabupaten Musi Banyuasin, jadi pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Desa Setia Jaya.

"Pembersihan langsung dilakukan pihak Elnusa sebagai sub dari Pertamina. Hanya saja, pembersihan melibatkan warga dari Desa Setia Jaya, dan jelang puasa, warga yang bekerja meminta libur sementara untuk jalankan ibadah puasa. Oleh sebab itu, proses pembersihan tertunda," terang Ferry.

Tetapi, dalam waktu dekat ini dikatakan Ferry pihaknya akan meminta pihak Elnusa untuk segera mengirim petugas dari Pendopo untuk melakukan pembersihan.

"Sesegera mungkin akan dikirim petugas dari Pendopo agar permasalahan ini segera selesai. Masalah lokasi masuk ke wilayah Desa Talang Akar, kami akan memerintahkan pihak Elnusa untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa tersebut, jangan sampai kejadian ini berlarut-larut," pungkasnya.

Sementara Lembaga Gerakan Pemerhati Lingkungan (LGPL) Fausy Ahmad mengatakan, kami sangat prihatin dan sangat mengencam keras atas kinerja pihak PT Pertamina yang sangat lamban dalam menangani limbah seperti ini dan ini di ketahu sudah lama Mengalami kebocoran, kejadian ini sudah hampir  empat bulan lamanya , tapi tidak ada sikap tegas dalam menangani limbah ini sendiri

yang dulu saja ada tuju titik mengalami kebocoran dan kali ini ada lima titik kebocoran pada jalur yang sama, kenapa limbah ini sudah sekian lama di biarkan begitu saja.

Lahan masyarakat yang terkontaminasi limba itu bahkan belum sama sekali di bersihkan oleh pihak pertamina oleh sebab itu kami dari LGPL akan melalukan upaya hukum, kami akan berkoordinasi kepada pemerintah kabupaten setempat bagai mana tindakan Dinas lingkungan Hudup setelah itu kalau tidak ada tidakan tegas kita akan melakukan upaya ke kementrian Lingkungan Hudup,karna ini sudah mengancam ekosistim yang ada. Pungkas nya.(Bj/Td)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar