Kajari OI Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Korupsi Dana Hibah di Bawaslu OI


OGANILIR, BJ.COM - Press relles Kejaksaan Negeri Kabupaten Ogan Ilir, menetapkan tiga orang tersangka tindak pidana korupsi dana hibah di Bawaslu Ogan Ilir. Ketiga nama tersebut yakni AS, HF dan R, Kamis (3/11/2022) .

Kajari Ogan Ilir Nur Surya didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel dan anggota staf kepada awak media mengatakan, Setelah dalam penyelidikan dengan alat bukti yang cukup maka dinaikkan menjadi penyelidikan. 

"Sesuai SOP tanggal 12 April 2022, gelar perkara dan ditingkatkan ke penyidikan umum tanggal 22 Oktober 2022. Penyidik telah melakukan penyidikan sesuai SOP,"katanya.

Masih kata Nur Surya, Hari jni berdasarkan ekpos gelar perkara maka ekpos dari penyidik menetapkan tiga orang tersangka.
 
Tersangka HF yang juga jabat Koorsek Bawaslu OI dan R selaku staf operator bidang keuangan alias tenaga honorer di Bawaslu Ogan Ilir yang berperan melengkapi administrasi di operator Bawaslu.

Nur Surya mengatakan, dari hasil penyelidikan ketiga tersangka tersebut diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi yang merugikan uang negara lebih kurang Rp7 miliar dari nilai anggaran Rp19,3 miliar.

"Berdasarakan keterangan ahli dari BPKP Sumsel, keterangan saksi dan berkas perkara yang diperiksa, ketiganya secara meyakinkan telah melakukan pemalsuan berkas administrasi atau melakukan markup dana hibah Bawaslu tersebut," terangnya.

Sejauh ini, Kejari OI telah memeriksa lebih kurang 52 saksi antara lain pejabat pada masa pemerintahan sebelumnya priode 2019-2021.

Mulai dari Bupati OI H Ilyas Panji Alam, Asisten II sekda, Kepala BPKAD, Kepala Kesbangpol OI, beberapa pejabat terkait Pemkab OI, Ketua DPRD tahun 2019.

Selain itu, Plt Kepala BPK RI perwakilan Sumatera Selatan, sepuluh saksi dari Bawaslu OI.

Selanjutnya, 16 ketua Panwascam, termasuk tempat pelaksanaan Bimtek general manager Hotel Emelia Palembang.

Ditambahkan Nur Surya, terkait penahanan tersangka akan dilihat setelah adanya pemeriksaan oleh Kejari Ogan Ilir terhadap tersangka.

"Untuk para tersangka kita jerat berdasakan pasal Primernya pasal 3, Subsideir pasal 3 UU No 20 tahun 2021 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHP dan pasal 54 UU," terangnya.

Kejari mengungkapkan kedepan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

"Setelah penetapan tersangka ini, penyidik telah mempunyai kekuatan dalam tindakkan hukum lainya baik terkait dengan penyitaan, pemngeledahan maupun penetapan tersangka lain yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut," katanya. (Gheka)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar