Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Beri Pelatihan Pembuatan Pupuk


Asahan, BJ.com-buanglah  sampah pada tempatnya,itu selatan yang sering kita baca dan dengar, namun dalam keseharian harus lah juga dibarengi dengan pengetahuan akan bahaya yang di timbulkan oleh sampah.

Perlu kita pahami bahwa ada manfaat serta keuntungan ekonomis dari pengolahan sampah.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya tidak akan tercapai bila sarana prasarana yang dibutuhkan masyarakat tidak memadai. Perlu kerjasama dan dukungan dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, agar daerah bebas dari bencana sampah. Sumber daya manusia yang terampil dalam mengelola sampah di lingkungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan sebuah daerah yang bersih dan sejahtera serta bebas dari Stunting.

Sebagai salah satu Desa Lokasi Fokus (Lokus) penurunan Stunting, Desa Subur terus dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Asahan agar program tersebut dapat segera terealisasikan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Asahan adalah melalui pemanfaatan pekarangan masyarakat  agar lebih berdaya guna dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Dinas Pertanian Kabupaten Asahan memiliki peranan  dalam mengatasi stunting tersebut dengan memberikan bantuan bibit tanaman sayur beserta dengan pupuk organik cair,dimana diharapkan agar ibu-ibu kelompok tani (Kelompok Tani Lembayung) bersama dengan ibu usia produktif (Bumil dan Busui) dapat memanfaatkan pekarangan sebagai warung hidup dan apotik hidup, sehingga ibu-ibu tersebut dapat menyajikan konsumsi pangan lokal dan menghemat biaya kebutuhan dapur. 

Hal tersebut juga dibarengi dengan pemberian edukasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Asahan kepada masyarakat Desa dalam hal ini desa Subur agar dapat memanfaatkan sampah yang ada menjadi kompos sehingga dapat dimanfaatkan untuk proses tumbuh kembang bibit tanaman yang telah diberikan.

Dinas Pertanian Kabupaten Asahan mengharapkan agar bibit yang diberikan ditanam dan kepada petugas pertanian yang ada dilokasi memberikan penyuluhan terbaik tentang tata cara penanaman dengan memanfaatkan kan pekarangan, serta pemanfaatan sampah menjadi kompos”, ujar Kadis Pertanian Oktoni Erianto dalam keterangannya, Kamis (17/11/2022). 

Lebih lanjut dirinya berharap, dengan upaya yang telah dilakukan tersebut, masyarakat Desa Subur khususnya Bumil dan Busui dapat memanfaatkan tanaman yang ditanam di pekarangan untuk memenuhi kebutuhan pangan ibu dan bayi. “semoga dengan upaya yang kita lakukan, dapat meminimalisir stunting di daerah kita”, pungkas Oktoni.(Mk)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar