Polemik Izin Tambang PT BSEE, Armada Lalui Jalan Umum Hingga Abaikan Keluhan Warga


PALI, BJ.COM - Setelah resmi ditutup oleh Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru untuk perlintasan armada batu bara yang melalui jalan umum, kini perusahaan mutiara hitam yang beroperasi di Kabupaten PALI kembali mengaspal.

Polemik izin tambang? 

Polemik PT Bumi Sekundang Enim Energi (PT BSEE) dari izin galian, melintas, tonase, jam, hingga izin wilayah tambang banyak menyita perhatian publik.

Hal tersebut dikatakan oleh Kades Talang Bulang Menriadi beberapa waktu lalu kepada wartawan dikantornya, dimana Desa Talang Bulang merupakan obyek utama kawasan tambang batubara PT BSEE, namun Perusahaan tersebut tidak memiliki izin operasi ke Pemerintah setempat dan Pemda Pali.

PT BSEE kekeh?

"PT BSEE kekeh mengatakan bahwa mereka sudah memiliki izin dari Pemerintah Muara Enim dan tidak beroperasi dalam wilayah Pali, namun saya pastikan wilayah tambang masuk dalam kawasan Kabupaten PALI", terang Menriadi.

Menriadi mengatakan, Pemda Pali melalui Dinas terkait sudah melakukan uji lapangan dan titik koordinat, benar saja wilayah tambang BSEE masuk dalam teritorial Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, ujarnya.

Bongkar dana pelicin PT BSEE?

Tidak hanya itu, kata Menriadi, PT BSEE mengeluarkan dana pelicin di jalan mecapai ratusan juta rupiah lebih, dengan imbalan jutaan rupiah per bulan kepada Kepala Desa, Perangkat Desa yang dilalui.

"Dana ratusan juta rupiah perbulan tersebut untuk pelicin jalan di Desa-desa yang dilalui, termasuk belasan oknum wartawan yang menerima gaji perbulan dan mempermudah jalannya angkutan batubara", cetus Menriadi.

Seret Nama Wakil Ketua DPRD PALI dan keluhan warga?

Seret nama Wakil Ketua DPRD Pali Irwan ST ke dalam lingkaran pejabat tinggi PT BSEE, hingga masyarakat tidak bisa bersuara.

Aspirasi masyarakat Kabupaten PALI nampaknya terhalang dinding pembatas antara Legislatif dan Perusahaan, terang Suherman (52).

Suherman merupakan warga desa Prambatan mengeluhkan sempitnya jalan di desanya yang dilalui oleh kendaraan PT EPI dan armada PT BSEE.

Minta DPRD dorong pelebaran jalan?

Ia menceritakan, ketika berlintasan dengan kendaraan perusahaan warga sering nyungsep, karena itu Suherman meminta pelebaran jalan. Tidak cukup disana dampak debu cukup mengkuatirkan warga setempat.

"Kami minta DPRD mendorong keinginan kami agar Perusahaan memenuhui permintaan pelebaran jalan desa kami, siram jalan secara aktif, pengaktifan pos jaga di persimpangan", pinta Suherman.(red)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar