"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2lu2MGirCPCztiSNyJTVM0dFw50Zf0cDEGgHPXeKxdNtrK7g49LufEzPosEcgU4wLMg8yjcUqvtBWTShVZARwExEmUp84qsaWaxnNDWt8_T6bVx6byf6C9rUo4Apm1gCWV0h07kCaHYtnyQrxdCPtPHm9mKsl40CnZ-upyVBiQ2MYMNiCAE2Wf8SB/w640-h106/Website-1.jpg" />

Wartawan Musi Banyuasin Kutuk Keras Penembakan Wartawan Al Jazeera


MUBA, BJ.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengutuk keras penembakan Wartawan Al Jazeera keturunan Palestina beberapa waktu lalu.

Wartawan yang bertugas di Musi Banyuasin (MUBA) khususnya perwakilan Media Koran Buletin Indonesia dan bulletinjournalist.com mendukung upaya PWI Pusat mengutuk tindakan tersebut.

Sikap tegas dan tindakan kepedulian Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terhadap Pers Internasional, membangkitkan semangat pekerja Pers di Indonesia.

"Seorang wartawan tidak bisa membiarkan kekejaman dan ketidakadilan karena pada dasarnya wartawan mempunyai kode etik, wartawan punya hati nurani", ujar Edo, Sabtu (14/5/2022).

Sedangkan Vijay salah satu Wartawan Musi Banyuasin mengatakan dan meminta, agar oknum-oknum yang menghalang-halangi wartawan dan oknum- oknum yang berbicara kasar atau menghina propesi wartawan apa lagi sampai menghilangkan nyawa harus menerima sangsi sesuai UU Pers dan UU Republik Indonesia serta Internasional.

"Kita harus mengerakkan keadilan kepada oknum-oknum yang telah menghina dan mencaci wartawan, dalam hal ini kita semua butuh kesatuan sebagai pers yang berjiwa Bhineka Tunggal Ika, mari bersama-sama kita terapkan aturan undang-undang pers dan kode etik journalistik", tegasnya.

Supaya terciptanya ketentraman PERS dalam mencari dan memperoleh serta menyampaikan informasi, baik itu dalam bentuk tulisan, gambar dan lain sebagainya, tutupnya.(Candra)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar