"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2lu2MGirCPCztiSNyJTVM0dFw50Zf0cDEGgHPXeKxdNtrK7g49LufEzPosEcgU4wLMg8yjcUqvtBWTShVZARwExEmUp84qsaWaxnNDWt8_T6bVx6byf6C9rUo4Apm1gCWV0h07kCaHYtnyQrxdCPtPHm9mKsl40CnZ-upyVBiQ2MYMNiCAE2Wf8SB/w640-h106/Website-1.jpg" />

Balitbangda Muara Enim Zoom Meeting Guna Percepat Terwujudnya BRIDA


Muara Enim, BJ.COM - Mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim, Badan Penelitian dan Pengembangan Inovasi Daerah (Balitbangda) Kabupaten Muara Enim dipimpin langsung Kepala Balitbangda Muara Enim Tarmizi Ismail, SE, M.Si  didampingi Jajarannya mengikuti zoom meeting kegiatan 'Kick Off Badan Riset Inovasi Daerah (BRID)' di Ruang Rapat Balitbangda Muara Enim, Rabu (20/04) yang digelar BRI Nasional (BRIN) dari Jakarta. 

Pemkab Muara Enim mendukung penuh program percepatan pelaksanaan BRID di setiap Kabupaten / Kota / Provinsi di Indonesia yang sangat membantu dalam pembuatan kebijakan. 

Ketua Dewan Pengarah BRIN, Megawati Soekarno Putri saat membuka 'Kick Off BRID' mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten / Kota / Provinsi yang antusias dan menganggap penting adanya BRIDA. 

"Maka dari itu, mari berkerjasama untuk bersama - sama mempercepat terwujudnya BRIDA di masing - masing dalam 34 Provinsi se- Indonesia," himbaunya. 

Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa suatu yang dimiliki Kabupaten / Kota / Provinsi memiliki riset, inovatif dan didukung sumber daya manusia unggul serta berkarakter Pancasila dalam membuat kebijakan yang memberikan manfaat kepada masyarakat dan penting dalam menghadapi bonus demografi. 

Sementara itu, Kepala BRIN Laksamana Tri Handoko menyampaikan bahwa adanya BRIN maupun BRID dilandasi dengan Undang - Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, dimana dengan adanya riset dan inovasi menjadi nilai tambah dalam rangka mencapai Indonesia Maju. 

"Misalnya, selama ini kita hanya menjual kencur, dengan riset kita jual kencur sudah menjadi dalam kemasan obat," ungkapnya.(Hijas)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar