"https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2lu2MGirCPCztiSNyJTVM0dFw50Zf0cDEGgHPXeKxdNtrK7g49LufEzPosEcgU4wLMg8yjcUqvtBWTShVZARwExEmUp84qsaWaxnNDWt8_T6bVx6byf6C9rUo4Apm1gCWV0h07kCaHYtnyQrxdCPtPHm9mKsl40CnZ-upyVBiQ2MYMNiCAE2Wf8SB/w640-h106/Website-1.jpg" />

25 Cabor Desak KONI Muba Laksanakan Musorkab


   


     SEKAYU, Bj.Com - Sebanyak 25 Pengurus Cabang Olahraga (Pencab), mendesak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Muba melaksanakan Rapat Kerja (Raker) untuk diadakannya Musorkab. Desakan itu disampaikan karena Kepengurusan KONI Muba sejak 09 Februari 2022 sudah habis masa waktu. 

          Cabor Bola Tangan, Hendri Wicaksana, mengatakan, dorongan untuk dilaksanakan nya Raker ini bertujuan untuk pelaksanaan Musorkab, karena kepengurusan KONI Muba pada tanggal 9 Februari 2022 sudah habis waktu. 

“Dalam hal itu, atas nama cabor yang sudah memberikan dukungan dan mendorong KONI Muba untuk secepatnya mengadakan Raker, selanjutnya Musorkab. Ada 25 Cabor, mendukung mendorong Musorkab, KONI MUBa,” kata Hendri, saat jumpa Pers dengan awak media, Jumat (18/03/2022). 


Lanjut Hendri, apa yang disampaikan itu tidaklah bermaksud yang negative, akan tetapi agar ada kepengurusan yang sah, karena ini ada kaitanya dengan pembinaan terhadap para atlet. 

“Pada intinya kalau kepengurusan KONI Muba habis masa waktu, imbasnya tentu saja terganggunya pembinaan para atlet. Tema hari ini (kemarin,red) yang disampaikan hanya ingin mendorong diadakan nya Musorkab sehingga bisa mendapatkan legalitas kepengurusan,” tukasnya 

Senada dikatakan, Pengurus Cabor Karate, Wahid, menuturkan, didesaknya untuk segera melaksanakan Musorkab, karena kepengurusan KONI Muba sudah berakhir pada 09 Februari 2022 lalu. 


“Nah sesuai dengan amanat AD/ART sudah waktunya untuk dilaksanakan Raker, kemudian Musorkab dengan tujuan tertib organisasi, serta proses pembinaan atlet bisa terus berjalan,” imbuhnya 

Lanjut Wahid, apabila Raker dan Musorkab belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat, maka tertib organisasi Kepengurusan KONI Muba tidaklah baik. 

“Meski sudah ada perpanjangan waktu diberikan oleh KONI Provinsi Sumsel kepada KONI Muba, itu tetap menghambat proses pembinaan atlet, sebab kepengurusan dianggap tidak ada legalitas sehingga tidak bisa mencairkan dana hibah dari Pemkab Muba, dan anggaran didistribusikkan ke Cabor jadi terhambat, inilah dampaknya, jadi kami dari perwakilan 25 Cabor mendesak untuk segera dilaksanakan Musorkab,” ungkap Wahid 

Sementara, Pengcab Bridge Ketua Pelatih GABSI Muba, Heriyanto, menuturkan, belum dilaksanakanya Raker dan Musorkab KONI Muba tentu saja berpotensi terhambatnya dukungan dalam proses pembinaan prestasi. “Saya mewakili rekan-rekan Cabor yang lainya, mendorong kepada KONI MUBA untuk segera melaksanakan MUSORKAB,” tukasnya 

Berikut 25 Cabor yang mendesak dilaksanakanya Musorkab, Cabor Angkat Besi (PABSI), Cabor Bola Tangan (ABTI ), Cabor E- sprot (ESI), Cabor Bermotor, Cabor Drumband, Cabor Bridge/Gabsi, Cabor FPTI, Cabor Perbabsi, Cabor Soft Tenis, Cabor PASI, Cabor Sepak Takraw, Cabor Tenis Lapangan, Cabor AFKAB Futsal, Cabor Persatuan Dayung Selurah Indonesia (PDSI), Cabor Bola Volly, Cabor Tenis Meja, Cabor POBSI, Cabor Wushu, Cabor Karate, Cabor PRSI, Cabor ISSI, Cabor PERCASI, Cabor Panahan, Cabor Parkemi (Kempo), Cabor ASKAB PSSI Muba.(Warto/ril)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar