MENGAWAL APBN OPTIMAL DENGAN EPA

Hasbi Jusuma Leo

Realisasi belanja APBN di Sumatera Selatan per tanggal 15 November 2021 sebesar Rp3,47 triliun atau 75% dari pagu anggaran sebesar Rp4,96 triliun. Padahal mestinya realisasinya sudah mencapai 85%. Seperti target yang disepakati satker-satker mitra kerja Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Sumatera Selatan.

Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan sebagai koordinator kuasa Bendahara Umum Negara (BUN) perlu mengetahui sebab tidak tercapainya target realisasi tersebut. Sekaligus juga perlu memastikan efektivitas dan efisensi pelaksanaan anggaran. Termasuk ketaatan dan kepatuhan pada regulasi.

Karena itulah Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran (EPA) secara daring pada 16/11/2021 lalu. Melalui kegiatan EPA ini, Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan berdiskusi dengan satker yang nilai realisasi kurang dari 60%.

Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan menyadari pelaksanaan anggaran oleh satker kementerian dan lembaga rentan terhadap risiko pencapaian yang tidak optimal dan berkualitas. Ada beberapa indikator yang menandakan kalau pelaksanaan anggaran itu tidak optimal.

Indikator itu antara lain, kurang baiknya perencanaan keuangan maupun kegiatan satker. Adanya alokasi anggaran belanja yang kurang wajar, efisien, relevan dengan keluaran (output) dan hasil (outcome) yang direncanakan.

Realisasi penyerapan anggaran yang tidak sesuai dengan rencana penarikan dana. Pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai dengan jadwal atau rencana kegiatan maupun kebutuhan idealnya.

Terjadinya pencapaian output yang di bawah target. Pengelolaan keuangan yang kurang patuh dan taat terhadap peraturan/regulasi di bidang pelaksanaan anggaran.

Serta penyerapan anggaran yang rendah, jauh dari pola ideal serta cenderung tidak proporsional dan menumpuk di akhir tahun. Indikator terakhir inilah yang menjadi perhatian Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan atas realisasi yang baru mencapai 75% itu.

Hasil dari kegiatan EPA ini Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan mengetahui sebab dan kendala yang dihadapi satker. Diantaranya, pada satker Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Palembang, terdapat kegiatan pembangunan Tanjung Carat dengan pagu Rp20 milyar tidak dapat dilaksanakan. Hal ini terjadi karena penentuan lokasi yang belum keluar dari Menteri Lingkungan Hidup dan baru dilakukan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

Kegiatan pembuatan aspal karet Satker Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan baru terealisasi 19%. Padahal seharusnya pada bulan November namun per 15 November 2021 sudah terealisasi lebih dari 50%. Sebabnya adalah terdapat perbedaan persepsi spesifikasi Pihak ketiga dan satuan kerja.

Kegiatan penyerahan ternak ayam dan sapi kepada masyarakat oleh satker Balai Pembibitan ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Sembawa namun belum dilaksanakan. Hal tersebut dikarenakan adanya keterlambatan izin prinsip dan pembagian kelompok dari pusat. Sehingga kegiatan ini baru akan dilakukan pada akhir tahun ini.

Pada satker Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik “Budi Perkasa” juga terdapat kegiatan yang terkendala. Kegiatan itu adalah penyerahan bantuan untuk berupa kursi roda bagi disabilitas. Kegiatan ini sampai dengan pelaksanaan EPA baru terealisasi 19%. Ada kendala dalam penetuan vendor untuk memenuhi spesfikasi kursi roda.

Beberapa satker juga diketahui tidak dapat mengakselerasi penyerapan anggaran. Sebabnya kegiatan-kegiatan tersebut tidak dapat dipercepat karena kegiatan tersebut telah dikontrakkkan.

Dengan EPA ini, semoga mendorong satker terus melakukan monitoring pelaksanaan kegiatannya. Juga intensif menjalin komunikasi dan koordinasi dengan kantor pusatnya dan Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan. Sehingga kinerja pelaksanaan anggaran yang lebih optimal dapat terwujud.

*Analis Perbendaharaan Negara
Pada Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan

Oleh : Hasbi Jusuma Leo*
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar