Berlian 1.000 Triliun Ton Ditemukan di Bawah Tanah, Ditaksir Mencapai 150 Sekstiliun Poundsterling


Berlian adalah salah satu jenis batu permata yang harganya terbilang sangat mahal.

Namun faktanya, para ilmuwan ternyata telah mendeteksi keberadaan berlian yang sangat banyak terkubur di dalam tanah.

Bahkan, jika timbunan berlian itu dapat ditambang dan diperdagangkan, bukan tidak mungkin nilai dari berlian itu akan menghancurkan ekonomi dunia.

Apakah hal tersebut bisa terjadi? Ya, itu bukanlah hisapan jempol belaka.

Pasalnya, menurut para ilmuwan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), ada 1.000 triliun ton berlian yang terkubur pada akar kratonik di bawah permukaan tanah.

Namun masalahnya, tumpukan berlian itu ternyata berada sangat dalam, yaitu pada kedalaman 160 kilometer.

Sampai sekarang, belum ada alat yang bisa mengebor hingga kedalaman sejauh itu.

Sebagai informasi, akar kratonik adalah bagian paling tua dari batuan di bawah lempeng tektonik. Bentuknya sendiri seperti gunung terbalik di dalam perut Bumi.

Lebih lanjut, para ilmuwan memprediksi bahwa akar kratonik itu bisa saja mengandung berlian sebanyak 1-2%. Itu artinya, terdapat 1.000 ton berlian yang tertanam di sana.

Jika satu ton berlian mengandung 50.000.000 karat, yang masing-masing harganya setara 3.000 poundsterling atau Rp56 juta, maka nilai berlian yang terkubur itu adalah 150 sekstiliun poundsterling.

Jika kamu masih bingung berapa angka nol dalam penghitungan sekstiliun, maka angkanya menjadi 150.000.000.000.000.000.000.000.000 poundsterling.

"Ini membuktikan bahwa batu mulia ini relatif umum ditemukan di Bumi," kata Ulrich Faul, ilmuwan dari Department of Earth, Atmospheric, and Planetary Sciences di MIT, dikutip dari Dream.co.id, Senin (28/06/1996).

Para peneliti menemukan berlian yang terkubur itu setelah melihat sebuah anomali di dalam data seismik saat mencari sumber gempa menggunakan gelombang suara.

Ketika itu, pada beberpa titik di kerak Bumi, gelombang suara yang dihasilkan berjalan lebih cepat dari yang diperkiraan.

Faul mengatakan, dia dan teman-teman dalam penelitiannya itu memperkirakan bahwa anomali tersebut menunjukkan keberadaan berlian yang terdapat di dalam akar kratonik.

"Berlian mempunyai sifat tertentu, salah satunya adalah gelomang suara yang berjalan dua kali lebih cepat saat melalui berlian dibandingkan mineral di batuan mantel atas," tambahnya lagi.

Kendala paling utama untuk mendapatkan berlian tersebut tentu saja adalah karena letaknya yang terlalu dalam di bawah tanah.

Sejauh ini, lubang terdalam yang pernah dibuat manusia baru berada di kedalaman 12 kilometer.

Untuk mencapai kedalaman sejauh itu, lubang yang bernama Kola Superdeep Borehole di Rusia itu memakan waktu sampai 20 tahun.

Sedangkan lubang yang diprediksi mengandung 1000 triliun ton berlian ini, berada di kedalaman 160 kilometer di bawah permukaan Bumi.

"Kita masih belum bisa mendapatkan berlian itu. Walaupun begitu, kami terkejut setelah mengetahui ada banyak berlian di sana, jauh dari yang pernah kami pikirkan sebelumnya," ujar Faul.(net)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar