Beni Hernedi: Larangan Mudik Tekan Angka Penyebaran COVID-19, Bukan Tanpa Alasan


MUBA, BJ.COM - Wabah Virus Corona (COVID-19) adalah wabah yang telah berapa tahun terakhir menjadi momok bagi dunia, dari Wabah COVID-19 tercatat Jutaan bahkan Puluhan Juta umat manusia telah berakhir dengan meninggal dunia dari terjangkitnya wabah ini.

Mengatasi terjadi lonjakan Kasus COVID-19 Negara Indonesia adalah salah satu Negara Penyumbang Kasus COVID-19 yang cukup besar, tercatat sampai pada 3 Mei 2021 angka penyebaran Kasus COVID-19 untuk Indonesia adalah sebanyak, 1.682.004 kasus Positif dengan Ratio 24 jam sebanyak 4.730 dan kasus sembuh 4.773 dengan kalkulasi kasus sembuh sebanyak 1.535.491 orang, berkisar 91.3 persen.

Mengatasi hal ini, Pemerintah Indonesia mengantisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 di Hari Raya Idul Fitri 1442 H mengeluarkan Kebijakan larangan Mudik bagi Warga Negara Indonesia yang saat ini telah diberlakukan dari Sabang sampau Merauke yang masing-masing telah dikeluarkan Presiden RI kepada Gubernur, Walikota, dan Bupati yang berada di 34 Provinsi Indonesia.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia ini nampaknya menimbulkan momok bagi hampir seluruh warga negara Indonesia yang berada di Perantauan, salahsatunya dialami oleh Provinsi Sumatera Selatan yang pasca dikeluarkannya edaran larangan Presiden tersebut melaksanakan Larangan Mudik bagi Warga Sumsel yang berada di daerah Perantauan.

Problem ini pun seolah membuat dilema yang sangat berat, apalagi Momentum Hari Raya Idul Fitri didalam 2 Tahun terakhir tidak dapat dinikmati dengan baik, pasca Wabah COVID-19 berlangsung. Problem ini pun sangat disayangkan apalagi Momen Hari Raya Idul Fitri adalah wadah penyambung tali silahturahmi yang sejak lama belum bisa dilaksanakan dengan baik.

Pasca dikeluarkannya Edaran Larangan Mudik oleh Gubernur Sumsel melalui Sekretaris Daerah H Nasrun Umar, yang sebelumnya memperbolehkan Mudik antar wilayah Kabupaten/Kota di Sumsel kini tidak diperbolehkan, banyak persoalan yang mencuat terkait kebijakan tersebut.

Salah satu yang menonjol adalah kabupaten Musi Banyuasin yang sampai pada hari ini, Selasa (4/5/2021) tercatat jumlah kasus konfirmasi positif COVID-19 sebanyak 1.300 orang dengan rincian 1.100 sembuh, 78 orang meninggal dunia.

Menurut Wakil Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP menanggapi Problem pasca pelarangan mudik ini mengatakan, Kita dukung tidak Mudik dulu lagi lebaran di tahun ini. Sebagai upaya kita semua dalam mencegah menyebarnya virus COVID-19 yang berpotensi terbawah saat pergerakan mudik warga-warga dari antar wilayah.

" Pasti Sedih dan tidak mengenakan, tapi demi keselamatan dan kesehatan kita semua, Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, bisa di lihat dari terjadinya peningkatan angka positif COVID-19 akhir-akhir ini. Kalau kita memakai estimasi jumlah pemudik , simulasinya seperti ini, data setiap tahun angka pemudik di indonesia ini di kisaran 7 juta orang 2018, di tahun 2019 sebanyak 8 jutaan lebih," jelas Kuyung Beni.

Dijabarkannya, Nah bayangkan sendiri betapa ramainya pergerakan manusia yang datang. Untuk Muba estimasi saya puluhan ribu orang pemudik (belum ada data resmi perlu di data kedepannya, akan tetapi saya cuma mengestimasi saja). Kalau misalnya tiap desa ada 50 orang pemudik yang pulan maka akan ada  kurang lebih 12 ribu orang mungkin lebih yang bakal masuk Muba (Perantau yang kerja diluar Muba, pelajar yang menuntut ilmu diluar dan lain-lain.

" Cocoknya lagi misalnya mereka yang mudik berasal dari zona merah (contoh Palembang, Jakarta maupun Kota-kota besar pulau jawa, diperkirakan warga perantau asal Muba banyak dari kota atau wilayah yang Zona Merah). Niat Pemerintah ini semata mata agar jangan kita seperti Negara india yang kondisinya sangat memprihatinkan akibat COVID-19 virus varian baru. Apalagi sudah terkonfirmasi oleh Kemenkes bahwa varian atau jenis virus sepeti India ini sudah masuk di Negara Indonesia, marilah kita jangan terlena," ajak Wakil Bupati Muba ini.

Dilanjutkan orang nomor satu DPC PDI-Perjuangan Muba ini, Kita Mudik atau halal bihalal dangan keluarga tercinta di dusun sekarang bisa menggunakan teknologi saja, Gunakan Video Call atau secara Virtual yang ada.

" Untuk kondisi Muba kalau kita membandingkannya check data Positif mendekati lebaran tahun lalu berapa yang positif. Sudah saya Check menjelang lebaran tahun lalu angka positif COVID-19 Muba pada bulan yang sama 6 orang, nah angka positif yang sekarang kita berapa yang sudah tercatat. Jangan sampai dampak Mudik berakibat penambahan. Semoga dimaklumi dan kita semua di Muba ini Sehat dan terhindar dari COVID-19," imbuhnya.(Warto/rill)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar