Yaipah Penderita Tumor Ganas di Muara Enim Butuh Perhatian Pemerintah


Muara Enim, BJ.COM - Wanita lanjut usia (Lansia) asal Desa Gumai Kecamatan Gelumbang Kabupaten Muara Enim, bernama Yaipah (72) penderita penyakit tumor ganas semakin hari semakin memprihatinkan dan butuh uluran tangan dari pemerintah setempat.

Dari hasil kunjungan Awak media, Yaipah membenarkan terkait penyakit yang dideritanya, yakni penyakit Tumor yang dideritanya.

Awalnya hanya pada bagian leher, namun dalam waktu setahun belakangan, timbul lagi pembengkakan di bagian kepala, yang semakin hari semakin membesar.

"Yang dibagian leher ini pak, sebenarnya sudah lama terjadi pembengkakan, namun dalam kurun satu tahun belakangan ini, muncul lagi dibagian kepala, yang terus membesar seperti sekarang,", ungkapnya.

Saat ditanya tindakan apa yang telah dilakukan Yaipah mengatakan, hanya bisa pasrah dengan penyakit Tumor Ganas yang ia derita.

Keterbatasan ekonomi, menjadi kendala untuk mejalani pengobatan penyakit ini, katanya, karena jangankan untuk biaya berobat, untuk biaya hidup sehari-hari pun terkadang masih kesusahan.

"Sebenarnya saya ingin sekali berobat pak, tapi apa daya, saya tidak punya uang, tabungan tidak punya, hanya mengandalkan hasil penjualan karet, itupun masih bagi dua", jelasnya.

Sementara itu, menurut Damhar (44), salah seorang kerabat dekat Yaipah, yang saat itu turut mendampingi Yaipah mengatakan, sebenarnya, ia bersama kerabat lainnya, sudah pernah membawa Yaipah ke Puskesmas kecamatan Gelumbang, untuk melakukan pengobatan, pada akhir 2019 yang lalu.

Kemudian, setelah itu keluar surat rujukan dari Puskesmas Gelumbang ke Rumah Sakit Umum Prabumulih, dan saat dirujuk, sempat diambil tindakan medis oleh pihak Rumah Sakit Umum Prabumulih.

Namun, lantaran terkendala Pandemi Covid-19, penangan medis tersebut tidak bisa dilanjutkan oleh pihak Rumah Sakit dan saat itu pihak Rumah Sakit mengularkan kartu berobat, agar bisa dirawat jalan.

"Sebenarnya sekitar tahun 2019 yang lalu, kami para kerabat dan tetangga, sempat membawa beliau ke puskesmas Gelumbang, dan pihak puskes menyarankan untuk di rujuk ke rumah sakit umum prabumulih,", jelas Damhar.

"Saat itu sempat diambil tindakan medis oleh pihak rumah sakit, tapi karena covid, pengobatan tidak bisa dilanjutkan, hanya keluar kartu berobat untuk berobat jalan, tapi karena kendala ekonomi, berobat jalan juga tidak bisa dilakukan", tambah Damhar, sembari menunjukan kartu rujukan dari Puskesmas Gelumbang.

Ketika disinggung mengenai bentuk perhatian dari pemerintah yang sudah diberikan, Damhar menjawab, saat ini bantuan pemerintah yang didapat, baru berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan PKH lanjut usia.

Sedangkan, bantuan yang khusus diperuntukan bagi biaya pengobatan Yaipah, sampai saat ini belum ada, baik dari pihak pemerintah desa (Pemdes), maupun unsur pemerintah lainnya.

"Kalau bantuan yang didapat, saat ini berupa bpnt dan pkh lanjut usia, tapi kalau untuk bantuan khusus biaya pengobatan, hingga saat ini belum ada pak,", lanjut Damhar.

Untuk itu, Damhar selaku kerabat dekat Yaipah, sangat berharap bantuan dari berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah, maupun dari lapisan masyarakat, agar sekiranya terketuk hatinya untuk membantu, guna meringankan beban yang bersangkutan.

"Saya selaku kerabat beliau, sangat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak, baik dari unsur pemerintah maupun pihak lainnya, agar sekiranya bisa membantu untuk biaya berobat, karena kami selaku kerabat juga kesulitan secara ekonomi", pungkas Damhar.(ijas)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar