Sekwan Banyuasin Tidak Transparan Terkait Kerjasama Publikasi Media


Banyuasin, bulletinjournalit.com
- Sekretariat DPRD (Setwan) mempunyai rumusan tugas membantu melaksanakan segala usaha dan kegiatan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), yang meliputi pelaksanaan informasi, keuangan dan administrasi serta asistensi dalam rangka pelaksanaan tugas, wewenang serta hak dan kewajiban Anggota DPRD.

Namun, puluhan awak media yang bertugas diwilayah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan masih menyayangkan sikap Sekwan Banyuasin, yang nilai tidak transparan berkaitan jumlah beseran anggaran publikasi dan jumlah media yang diakomodir kerjasama publikasi tahun anggaran 2021.

Kemudian jika dipandang dari transparansi, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Banyuasin telah mengabaikan undang-undang keterbukaan Informasi Publik Nomor 14 Tahun 2008.

Hal itu ditunjukan sikap Sekretaris Dewan melalui Kepala Sub Bagian Humas (Kasubbag Humas) Candra, mengatakan kepada media ini Jum’at (12/3/21), bahwa tidak bisa memperlihatkan berapa jumlah media yang sudah mengajukan kerja sama di dewan.

“Saya tidak bisa memperlihatkan rekap jumlah media yang sudah masuk, karena harus ijin sama pimpinan dahulu, intinya kalau barang sudah masuk susah untuk keluar”. Timpal Kabag Persidangan dan Per Undangan – Undangan, Ahmad Alpin beberpa waktu lalu kepada awak media.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Banyuasin Irawan menyayangkan sikap tidak transparan pihak Sekwan.

“Semestinya tidak ada yang perlu ditakutkan, toh media pada satu sisi mitra pemerintah, justru dengan terkesan ditutup – tutupi inilah akan menjadi bumerang, termasuk menyangkut jumlah anggaran dan jumlah media mitra menimbulkan tanda tanya besar,”kata Irawan.

Ada hal yang wajar, menurut kami, jika memang benar kabar yang beredar ada seratus lebih media yang mengajukan kerja sama kami pertanyakan media apa saja dan siapa wartawannya, sambung Ketua IWO Banyuasin.

Irawan menilai, kalau lah pemberkasan dokumen perusahaan media menjadi syarat dan indikator profesionalitas di wilayah Sekretariat DPRD Banyuasin, pihaknya akan melengkapi pemberkasan tersebut untuk melakukan kerjasama.

“Nah, yang kami pertanyakan media tersebut ada wartawan yang bertugas apa tidak di Banyuasin sehingga tidak copy paste, artinya bukan kami tidak boleh ada media luar masuk tetapi jelas dulu ada wartawanya tidak,” kata Irawan.

Tak sampai disitu, Irawan dan teman - teman juga khawatir dan tidak menuduh maka meminta untuk kros cek ulang.

“Perlu kita pertanyakan nama – nama media dan wartawan tersebut ditakutkan cuma ada nama dan tumpang tindih, semisal ada 1 orang wartawan memegang 2 atau 3 media, itu tentu menimbukan ketimpangan dan memunculkan rasa ketidak adilan bagi rekan – rekan awak media lainnya, lambat laun akan menjadi persoalan,” ungkap Irawan saat bertemu langsung dengan para staf Sekretariat DPRD Banyuasin itu.

“Ini juga terkait penggunaan keuangan Negara. Bukan hanya kerjasama Media tetapi termasuk semua anggaran yang ada di Sekwan Banyuasin bisa kita pertanyakan,”tandas Ketua IWO Banyuasin itu.

Sementara Sekwan Banyuasin Adam Ibrahim ketika dikonfirmasi prihal tersebut lewat WhatsApp sampai berita ini di terbitkan belum memberikan tanggapan.(Indra)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar