Bakal Terima 5 Kg, Toke Sabu Asal PALI Ditangkap BNNP Sumsel


PALEMBANG, BJ.COM – Seorang mantan anggota DPRD Aceh berinisial SB (39), diringkus Tim Berantas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, lantaran kedapatan membawa 5 Kg sabu yang dibungkus dengan kertas kado disembunyikan di dashboard mobil yang dikendarainya.

Kurir sabu asal Aceh ini ditangkap saat berhenti di salah satu SPBU di Jalan Lintas Sumatera Palembang-Betung KM 66 Kabupaten Banyuasin, Senin (1/3) siang.

Dari nyanyian SB, sabu tersebut akan diserahkan kepada seorang kurir berinisial LK (27). Kemudian anggota BNNP Sumsel langsung melakukan pengembangan dan berhasil meringkus LK, saat menunggu kedatangan SB di parkiran Indomaret Simpang Pancur Jalan Lintas Sumatera Palembang-Betung KM 66, dilansir Palpos.id.
 
Dari hasil introgasi terhadap LK, tim BNNP Sumsel mengantongi nama bandar inisial SH (56) yang memesan 5 Kg sabu tersebut. Lalu langsung melakukan penangkapan di rumahnya di daerah Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.

Selanjutnya, ketiga tersangka dan barang bukti berupa 5 Kg sabu, 1 unit mobil Ayla, 1 unit Toyota Fortuner, 1 unit motor Honda Beat, dan 6 ponsel.

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol M Arief Ramdhani Sik didampingi Kabid Pemberantasan, Kombes Pol Habi Kusno SH MH, membenarkan adanya penangkapan ke tiga pelaku tindak pidana narkotika jaringan Aceh – Riau – Sumsel.

“Penangkapan berawal adanya laporan masyarakat ada transaksi narkotika di jalan Lintas Sumatera Palembang – Betung. Setelah dilakukan penyelidikan oleh tim Brantas BNNP Sumsel, didapat satu pelaku inisial SB, yang membawa 5 kg sabu,” ujar Arief Rabu (3/3).

Dari hasil pengembangan, kata dia, tim Berantas kembali menangkap dua pelaku yang merupakan kurir dan pemesan 5 Kg sabu tersebut.

“Saat ini kita masih terus melakukan pengembangan terhadap ketiga pelaku, apakah ada jaringan lain dan pemesan lainnya. Para pelaku akan di kenakan Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, ancaman hukumannya minimum 5 tahun penjara dan maksimum hukuman mati,” tegasnya.

Sementara, tersangka SB, warga Kota Pekan Baru, Riau mengaku, nekat menjadi pengantar atau kurir sabu karena banyak terlilit hutang.

“Di Pekan Baru, saya berbisnis jual beli mobil bekas, dan baru dua kali mengantarkan sabu. Sabu diambil dari bandar di Aceh, dan akan diantarkan kepada pemesannya di PALI,” ujarnya.(zn)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar