Jalan dan Ekosistem Sungai Rusak Akibat Mobilisasi Pengerukan Pasir di Rantau Bayur


BANYUASIN, BJ.COM - Kegiatan pengerukan pasir di Desa Lebung Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin menuai kecaman masyarakat setempat.

Selain diduga ilegal dan tak mengantongi izin, pengerukan pasir tersebut juga merusak lingkungan.

Betapa tidak, lalu lalang truk pengangkut pasir itu membuat ruas jalan desa menjadi rusak.

Tak hanya itu, habitat sungai, yang menjadi lokasi pengerukan pasir, turut menjadi rusak.

Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Banyuasin, Indo Sapri mempertanyakan ketegasan instansi terkait terhadap aktivitas pengerukan pasir itu, ujarnya beberapa waktu lalu.

“Kami duga aktivitas tersebut tidak punya izin, dalam hal ini kami mempertanyakan ketegasan instansi di pemerintah, yakni DLH dan Satpol PP untuk bertindak tegas,” ujar Indo Sapri.

Dia meminta, aktivitas tersebut dihentikan karena merugikan masyarakat di empat desa, yakni Lebung, Lubuk Rengas, Lubuk Saung, Talang Kebang dan Pangkalan Balai.

“Lebih banyak mudorat ketimbang manfaatnya,” sambung Sapri.

Indo Sapri mempertanyakan tindakan yang harusnya dilakukan oleh DLH Banyuasin.

Juga, Satpol PP Banyuasin sebagai penegak Perda menuntaskan keburukan yang diakibatkan eksploitasi tambang pasir di Rantau Bayur itu.

“Saya meminta kedua instansi ini tak tutup mata di saat masyarakat menjerit karena lingkungan rusak akibat truk angkutan pasir,” pinta dia.

Sementara, Kasat Pol PP Banyuasin Indra Hadi menyebut tak bisa menindak pengerukan pasir di sungai Musi itu lantaran tidak ada permintaan dari OPD terkait.

“Soal penertiban, kami belum menerima permintaan dari OPD terkait, masyarakat dan kades,”tutupnya.(Msi)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar