Inspektorat PALI Bantah Tudingan Mobil Dinas Dipakai Mobilisasi Pemilih Pada Pilkada

Foto: Kartika Yanti saat menunjukkan surat tugas Desk Pilkada

PALI, BJ.COM - Kepala Inspektorat Kabupaten PALI menyayangkan pemberitaan secara sepihak yang diberitakan salah satu media online dengan judul "Beredar Video Mobil Dinas Pemkab PALI Diduga Mobilisasi Pemilih KTP di Pilkada PALI" yang terbit 16 Desember 2020 lalu. 

Kartika Yanti, SH MH, Kepala Inspektorat Kabupaten PALI, membantah bahwa mobil dinas minibus berplat nomor polisi BG 1557 PZ, atas nama Inspektorat Kabupaten PALI itu tidak digunakan untuk mobilisasi pemilih seperti yang ditulis di media online tersebut. 

"Namanya mobilisasi itu tentunya bolak balik dan berkali-kali. Namun, pada saat hari pemilihan, mobil itu digunakan untuk mengantar audithor kami untuk memilih berdasarkan alamat KTP nya di Talang Nanas, Kelurahan Talang Ubi Timur. Setelah memilih, audithor beserta sopir langsung pulang ke kantor," jelas Kartika, Senin (21/12/2020).

Selain itu, Kartika juga menerangkan bahwa dirinya pada saat pemilihan, mendapat tugas untuk monitoring jalannya Pilkada untuk di Kecamatan Talang Ubi. 

"Jadi, saya juga tergabung pada Desk Pilkada Pemkab PALI. Pada hari pemilihan saya mendapat tugas untuk monitoring di Kecamatan Talang Ubi. Tidak mungkinlah saya melakukan mobilisasi pemilih. Saya tahu aturan, tugas kami selaku pengawas netral. Namun saya kaget, tiba-tiba mobil Dinas Inspektorat dibuat berita mobilisasi pemilih. Apalagi, buat beritanya tanpa konfirmasi. Ini sudah semacam perbuatan tidak menyenangkan dan ada unsur memfitnah loh," tukasnya. 

Terkait pemberitaan yang tidak benar tersebut, kami akan menunggu arahan dari pimpinan kami untuk langkah selanjutnya. Yang pasti pada hari ini, kami meluruskan pemberitaan secara sepihak itu, pungkasnya. 

Di tempat yang sama, Dwi Kurniawati, auditor Inspektorat PALI yang menjadi korban dari pemberitaan tersebut mengaku, bahwa dirinya merupakan warga Desa Talang Bulang.

Namun, di KTP alamat saya tercetak di Talang Nanas. Jadi saya memilih di Talang Nanas. Selain itu, di dalam mobil hanya ada teman saya Ayu yang juga memilih di salahsatu TPS di Kelurahan Handayani Mulya dan sopir yang hanya mengantarkan saja. Pada saat memilih, memang ada warga yang memfoto KTP saya, merekam video, tidak tahu maksud dan tujuannya apa, tambahnya. 

Ia juga mengaku bahwa apa yang dilakukannya semata-mata untuk menyalurkan hak dirinya sebagai warga Kabupaten PALI. "Dalam aturan juga kan tidak ada larangan memilih dengan menggunakan KTP," tutupnya. (Red)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar