Dituduh Money Politic AG Dikeroyok OTD Hingga Lapor ke Polisi


PALI, BJ.COM - Tidak terima dirinya dikeroyok oleh orang tidak dikenal (OTD), yang mengaku tim relawan Paslon Bupati Pilkada PALI dan difitnah bagi-bagi uang, AG (21) warga Pahlawan, Kecamatan Talang Ubi, PALI lapor Polisi, Kamis (10/12/2020).

Laporan tersebut berdasarkan LP/B/-103/XII/2020/SUMSEL/Res PALI tanggal 10 Desember 2020, Ag menceritakan berawal dari ia dan rekanya Rg, Hk menggunakan kendaraan roda empat plat BH 99. Dia dan rekanya hendak silatuhrahmi ke rumah mertua Ega yang beralamat di Sumberejo Ujung. Ega saat itu berada di rumah mertunya, Selasa (8/12/2020) sekitar pukul 23.15 WIB. 

Karena tersasar mobil yang di kendarai oleh Ag balik arah. Tanpa sepengetahuan mereka ada tiga mobil yang menghalangi jalan mereka. Beberapa orang langsung mengetuk pintu kendaraan mereka dan diminta turun oleh pelaku diduga IW. 

"Kami diintrogasi oleh mereka, lalu di suruh turun dari mobil, digeledah identitas di periksa, HP disita, dalam mobil hanya di temukan plat merah BG 1491 PZ. Tidak ada uang dan amplop saat penggeledahan di lokasi," cerita Ag saat ditemui usai buat laporan di Polres.

Kemudian kami disuruh turun lalu di pukul dengan menggunakan tangan kosong oleh Dc dan kawan-kawan. 

"Posisi gelap lebih dari satu orang yang mukul. Saya di pukul dibagian leher, bagian belakang dan kepala bagian belakang lebih dari lima kali," ujar Ag.

Saya tidak tahu pelaku dari mana sambung Ag. Saya hanya tahu ada banyak mobil bertulisan "SATGAS ANTI POLITIK UANG" kami di tuduh oleh pelaku membagi-bagikan uang. Padahal tidak, bahkan amplop yang diisisukan berisi uang ditemukan dalam mobil bukan milik kami, kata Ag.

"Kami di jebak, mereka periksa tidak ada amplop sebelumnya. Mobil lalu di bawa oleh pelaku ke Bawaslu. Mobil yang kami tumpangi dabawa oleh Ad, saya dibawa menggunakan Inova Reborn abu-abu B 788 DEN, Rg dibawa mobil Inova Riborn B 4 DEL, HK dibawa menggunakan Triton, kami bertiga terpisah hingga tiba di Bawaslu" beber Ag.

Sementara saat di Bawaslu mobil kami kembali di periksa, kata Ag. Saat di periksa dalam dasbor mobil ada amplop. Saya kaget, ada amplop 9 buah berisi uang Rp 200 ribu dan Rp 100 ribu.

"Bukan punya kami amplop berisi uang itu, saya pastikan itu di sabotase dan dijebak, dan saya di minta buka amplop itu oleh Bawaslu. Kami tidak bawa uang dan tidak bagi-bagikan uang. Kami bukan timses," tegasnya.

Masih kata Ag, atas kejadian itu, dirinya dan rekanya merasa jadi korban penganiayaan dan jadi korban jebakan atas amplop yang diduga money politik. Oleh sebab itu memutuskan untuk melaporkan pelaku penganiayaan, pengeroyokan dan ini jelas Fitnah (pencemaran nama baik) terkait amplop money politik, dalam petistiwa ini saya berharap polisi bisa mengusut pelaku pengeroyokan.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres PALI, AKP Rahmad Kusneidi S.Kom melalui Kanit Pidum Ipda Arzuan SH, membenarkan pihaknya telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan, berdasarkan, LP/B/-103/XII/2020/SUMSEL/Res PALI tanggal 10 Desember 2020.

"Saat ini laporan masih dalam pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Terkait dugaan sabotase amplop adalah rangkaian laporan korban kasus dugaan penganiayaan, laporan sudah kita terima dan kita proses," terangnya.(iz)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar