Genangan Minyak Pertamina Dibiarkan Berhari-hari, LSM GTPK: Perusahaan Harus Tanggungjawab


SEKAYU, BJ.COM - Terjadi kebocoran pipa line milik Pertamina dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, PT. Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo, banyak melahirkan kerugian materil bagi warga sekitar. Kali ini kebocoran Pipa tersebut terjadi di Desa Jirak, Kecamatan Jirak Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (23/11/2020).

Terkait kebocoran Pipa Pertamina tersebut beberapa Kebun dan Sawah milik warga masyarakat terancam tercemar limbah minyak, yang terlihat hitam pekat dan menimbulkan bau menyengat.


Mendengar kejadian ini, Warto selaku Ketua Umum LSM GTPK melalui Agung Wakil Ketua Umum menduga, bahwa adanya dugaan kelalaian pihak Pertamina Field Pendopo, lamban menindaklanjuti terkait kebocoran Pipa tersebut, seharusnya pihak perusahaan harus cepat tanggap dikarenakan bakal berdampak kontaminasi sungai dan kebun lebih luas, apalagi sudah lima hari masalah tersebut terjadi.

"Menurut kami terjadi kebocoran Pipa milik PT Pertamina Field Pendopo adalah sebuah kelalaian, seperti pengecekan pipa per-periode, kontrol lokasi, uji berkala, umur pipa yang sudah terpasang sudah tidak layak dioperasikan", ujar dia.


Yang pertama membersihkan limbah tersebut harus sesuai SOP, kata Agung, harus dengan himbauan, harus memasang garis Police Line, untuk yang melakukan pembersihan limbah tersebut bukan masyarakat awam, harusnya ada tim khusus dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengantongi SK, kata Agung lebih lanjut.


"Seharusnya pihak perusahaan terus gencar melaksanakan Pengontrolan Pipa dengan bisa dilakukan melalui Pressure Testing, Pengontrolan bisa juga melalui Kepala Sumur, Kepala Sumur merupakan salah satu komponen penting dalam proses pengeboran, dimana Kepala Sumur ini dipasang pada setiap akhir dari Casing dan Tubing String di permukaan sumur," bebernya.

Diduga pihak perusahaan telah lalai dalam melakukan indentifikasi kebocoran tersebut berdampak bahaya Dan analisis resiko Pada jaringan pipa transmisi Pipa Minyak, Identifikasi bahaya, dilakukan pada pipa transmisi (Minyak Mentah) yang berpotensi terjadi kebocoran atau kegagalan sistem perpipaan. Metode identifikasi yang dilakukan dengan menggunakan Analisis Bahaya Pekerjaan dan Analisis Pohon Peristiwa.

"Kepada Pihak Pemkab Muba yang dalam hal ini baik Pihak Instansi terkait agar melaksanakan tindak lanjut atas kejadian yang terjadi ini, bila perlu memanggil Pihak Perusahaan untuk menuntaskan kebocoran Pipa dan mengganti Kerugian yang ditimbulkan atas tercemarnya Kebun dan Sawah Masyarakat," imbuhnya.(red/maropin)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar