Kesbangpol PALI Gelar Rakor Cegah Konflik Sosial Hadapi Pilkada Dimasa Pandemi


PALI, BJ.COM - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), menggelar rapat koordinasi tim terpadu penanganan konflik sosial dalam mengahadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak dimasa pandemi Covid-19, diKdi Aula Kantor Bupati Pali, (22/10/2020).

Sambutan PLT Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony yang diwakili oleh Stap Ahli Setda Pali Drs Kusmayadi, tanpa terasa tinggal menghitung hari kita akan mengadakan pesta demokrasi Pilkada Pali. Tentunya, kita inginkan Pilkada ini dapat berjalan tertib aman, sehat dan bersih dari konflik.


"Setiap Pemilu pasti ada pelanggaran di segi netralitas ASN, Politik uang, dan unsur kekerasan, ujaran kebencian, fitnah, untuk itu mari kita bergandengan tangan mencegah dan mengantisipasi hal tersebut sedini mungkin", ajak Kusmayadi.

Kita semua dituntut untuk menjaga dan meminimalisir terjadinya konflik sosial, kata Kusmayadi. Dalam penyelenggaraan Pilkada harus mentaati protokol kesehatan, memakai masker walaupun di pedesaan dengan alasan tidak pernah interaksi dari luar agar tidak menyebabkan penyebaran Covid-19.

"Kususnya kepada TNI dan Polri dalam hal pengamanan, semangat terus untuk menjaga keamanan NKRI, terkususnya di Pali", tutupnya.


Rapat koordinasi tim terpadu tersebut dihadiri oleh sejumlah OPD dan stakeholder terkait dan Bandan inteligen strategis (BAIS) wilayah 4 Sumsel, Danramil Kapten Infantri Siswanto, Kapolres, Kapolsek Talang Ubi, Kejari, Stap Ahli Setda Pali Kusmayadi, Kaban Kesbangpol Pali Sangkut, Kemenag Pali serta tokoh masyarakat.

Kepala Kesbangpol PALI Sangkut berharap, dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah pada 9 Desember 2020apa yang akan terlaksana aman, lancar, bersih, jujur, adil dan sehat, konflik sosial itu pasti ada untuk itu kita bahu membahu meminimalisir agar tidak terjadinya konflik sosial.


Dengan adanya Perbub tentang satgas Covid-19, Pemerintah Daerah dengan serius dalam penanganan Covid-19. Pemerintah harus persuasif dalam penegakan perda ataupun perbub agar tidak terjadi cluster baru covid-19 pada Pilkada di Pali, terang Sangkut.

"Selain itu juga dalam menjelang Pilkada, pasti ada gangguan seperti demo UU cipta kerja dan sebagian orang tidak merasa puas dengan KPU PALI, dengan adanya ancaman dan orasi seperti itu agar kita peka terhadap pencegahan dini agar tidak terjadi konflik", imbuhnya.

Rakor ini, upaya kita mensiati dan mencegah konflik yang dapat mengganggu penyelenggaraan Pilkada. Jika tidak kita antisipasi sekecil apapun masalah jika tidak ditangani secara dini akan seperti bom waktu, sumbuh masalah akan memicu daya ledak yang besar.

Hari ini kita shering dan berkoordinasi dalam rangka menangani konflik sosial di Pali, agar Pali zero konflik, walaupun ada setidaknya konflik di Pali dapat kita cegah dan ditangani.(red)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar