Diusir Saat Hendak Urus KK dan KTP, Warga Keluhkan Pelayanan Disdukcapil Banyuasin


BANYUASIN, BJ.COM - Pemerintah Kabupaten Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati H Askolani Jasi SH. MH, sukses meraih penghargaan pelayanan terbaik dari pemerintah pusat.

Sampai saat ini terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat sesuai program yang dicanangkan sebelumnya yaitu, 7 Program Banyuasin Bangkit salah satunya Program Banyuasin Terbuka, namun disisi lain masih ada saja oknum diduga berani melalaikan pelayanan terhadap masyarakat.

Salah satunya pelayanan terhadap Minan bin Miran (48 thn) warga Desa Penuguan Kecamatan Selat Penuguan Kabupaten Banyuasin Sumsel, pada awak media Minan menuturkan bahwa, ia sudah 4 hari bermalam di emperan Kuliner Pangkalan Balai menunggu proses pembuatan KTP dan KK yang tak kunjung di Online kan, (1/10/2020).

Niat Minan hendak mengurus pencairan BPJS Ketenagakerjaan istrinya yang bekerja di PT. HINDOLI atas nama Sani (38 thn) binti Sarbiah.

Namun, Minan harus membawa KTP dan KK yang sudah Online, betapa terkejutnya karena KTP dan KK yang dicetak di UPTD Disdukcapil Kecamatan Selat Penuguan ternyata tidak Online, jelas Minan.

"Saat ditanyakan di UPTD Kecamatan Selat Penuguan saya disuruh kembali ke Disdukcapil Kabupaten Banyuasin menemui nama Marhun operator disana, namun sampai di Disdukcapil tidak bisa ditemui dan ditelpon berkali-kali tidak pernah di angkat, lalu ke bagian Pelayanan bertemulah dengan Pak Samsul datang disana bukannya dilayani malah diusir keluar dengan begitu kasarnya dan disuruh pulang," ungkapnya.

Minan juga menambahkan, kami sangat kecewa sekali dengan Pelayanan di Capil Pangkalan Balai ini, kami kan orang bodoh pak nggak ngerti apa-apa harusnya diberi petunjuk dan dilayani dengan ramah bukan untuk diusir layaknya hewan, kami akan bertahan sampai besok hari jum'at diemperan kuliner ini untuk menunggu KTP dan KK online, karena uang kami sudah habis tinggal 50 ribu lagi untuk biaya ongkos pulang pergi, makan dan minum selama disini, terakhir jual hp Android seharga Rp 200 ribu untuk biaya makan dan minum kami, tuturnya.

Indo Sapri Ketua JPKP Kabupaten Banyuasin terkait hal ini angkat bicara, "Saya sangat mengecam keras atas tindakan oknum-oknum pegawai Disdukcapil Kabupaten Banyuasin yang lamban dalam pelayanan apalagi mengusir warga yang akan berurusan, ketika hal ini bisa dibuktikan saya meminta kepada Kepala Disdukcapil Kabupaten Banyuasin untuk menegur bila perlu memecat oknum tersebut," tegas Indo Sapri.

"Saya berharap agar Pelayanan dan fasilitas Disdukcapil ditingkatkan lagi dan kedepannya kejadian serupa jangan sampai terulang lagi bagi warga yang sudah terlanjur datang jauh-jauh dari kecamatan manapun agar dilayani dengan ramah dan ber ETIKA karena pelayanan di UPTD tiap-tiap Kecamatan kami amati belum begitu maksimal," tandasnya.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Banyuasin Saukani saat dikonfirmasi melalui pesan whats App nya mengatakan, terimakasih informasinya KK nya sudah disampaikan ke staff untuk dikonsolidasikan di Ditjen Dukcapil Kemendagri, Insya Allah 1x24 jam aktif, jelasnya singkat.(Msi)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar