Cek-cok Mulut Sambil Ayunkan Parang, Oknum Pegawai Disdik Banyuasin di Polisikan


BANYUASIN, bulletinjournalist.com - Diduga oknum pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, menggertak wartawan sambil memegang sajam (parang).

Tonton sekilas vidio oknum pegawai disdik banyuasin saat cek-cok mulut dengan wartawan.


Pasalnya, dalam video yang sempat terekam oknum pegawai Dinas Pendidikan tersebut memegang parang sambil marah-marah kepada  awak media. Dan diketahui, korbannya adalah Hardaya salah satu wartawan media online kontras86.com.

Didampingi Penasehat Hukumnya, Rijen Kadin Hasibuan SH, mendatangi SPKT Polres Banyuasin, guna membuat laporan atas adanya dugaan intimidasi oleh oknum pegawai Disdik Banyuasin, Jumat (02/10/2020).

Menurut keterangan Hardaya, berawal dari dirinya ingin menemui Kepala Bagian SMP di Disdik, Saat itu, Kabag SMP langsung dapat ditemui. Karena sedang rapat, dan mau melaksanakan sholat terlebih dahulu, akhirnya dirinya harus menunggu.

“Izin kak, siapa kepala bagian SMP,” tanya Hardaya kepada orang dinas pendidikan.

“Saya sendiri, kakak lagi ada rapat, sekarang mau sholat dulu,” jawab Kepala Bagian SMP.

“Iya kak, sholatlah dulu, soalnya aku ada yang mau diobrolkan ke kakak,” timpal Hardaya.

Setelah itu, lanjut Hardaya, “Datanglah Thamrin dari LSM, lalu kami bersama-sama ke ruangan kepala bagian SMP, karena dilihat masih sibuk, akhirnya kami keluar, pada saat itu saya melihat ada kertas yang sudah rucek di kotak sampah lalu saya ambil, tiba-tiba ada yang memanggil, NGAPO KAU AMBEK DATA ITU, saya jawab ini kan sudah dibuang di tong sampah,” ujar Hardaya.

Bak disambar petir,  terjadilah cek-cok mulut yang menegangkan, dimana isi video yang beredar oknum diduga pegawai dinas pendidikan Banyuasin marah-marah sambil memegang Senjata Tajam berupa parang/golok.

Sedangkan penasehat hukum Rijen Kadin Hasibuan SH mengatakan, sesuai dengan surat tanda terima laporan polisi Nomor: STTLP/B-219/X/2020/Sumsel/RES BANYUASIN, pihaknya akan terus mengawal dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

“Kita percayakan semua kepada pihak kepolisian, kita ikuti proses hukum yang ada,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin Yusuf, saat di konfirmasi melalui WhatsApp pribadi miliknya mengatakan, itu staf saya mau pulang karena pagi tadi gotong royong dia bawa parang jam 17:00 Sudah saat nya pulang kantor. Jelasnnya(Msi)
Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar