Sejumlah Wartawan Sesalkan Penetapan Cabup dan Cawabup Melalui Facebook oleh KPU OI


INDRALAYA, BJ.COM - Pengumuman penetapan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir Sumatera Selatan hari ini Rabu (23/9/2020) yang dilakukan melalui live streaming facebook disesalkan oleh sejumlah wartawan yang sudah menunggu untuk meliput kegiatan tersebut di Kantor KPU Ogan Ilir.

Penyesalan wartawan karena ketua KPU Ogan Ilir Massuriyati tidak bersedia diwawancarai terkait pengumuman tersebut dan mengatakan bahwa wartawan cukup mengambil data dari live streaming di medis sosial Facebook atau di laman KPU Ogan Ilir.

Hadi Wijaya wartawan Metro TV yang meliput kegiatan tersebut kecewa dan menyesalkan sikap KPU Ogan Ilir yang enggan melayani wawancara wartawan yang meliput kegiatan tersebut.

Ketua KPU Massuriyati yang sudah ditunggu wartawan hanya menjawab "dua pasangan calon lolos," dan segera bergegas meninggalkan wartawan yang sudah menunggu dengan alasan ada rapat dengan tim pasangan calon.

Menurut Hadi, sebagai wartawan media televisi ia butuh keterangan langsung  dan lengkap dari Ketua KPU dan bukan hanya dari live streaming atau laman KPU Ogan Ilir.

"Saya sangat kecewa dan menyesalkan sikap KPU Ogan Ilir yang tidak bersedia diwawancarai oleh wartawan hari ini, padahal sebagai bentuk keterbukaan informasi publik seharusnya KPU bersedia memberikan keterangan seperti yang diminta wartawan," kata Hadi Wijaya.

Senada dikatakan wartawan Media Online Kritis Sumsel Yudi Purwadi yang juga sebagai Ketua Serikat Medis Syber Indonesia (SMSI) Perwakilan Ogan Ilir. Ia menyesalkan sikap KPU yang tidak memanfaatkan media yang ada di Ogan Ilir untuk menyampaikan penetapan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir 2021-2026.

Menurut Yudi Purwadi dengan dana 50 milyar yang dikelola KPU untuk melaksanakan pilkada ini akan lebih efektif dan lebih sampai ke masyarakat jika pengumuman penetapan itu menggunakan media yang ada baik media cetak, media televisi maupun media online.

"Saya menyesalkan sikap KPU hari ini," tukas Yudi.

Anggota DPRD Ogan Ilir dari Fraksi Partai Nasdem Rizal Mustopa juga mempertanyakan mengapa KPU Ogan Ilir lebih memilih menggunakan cara live streaming di media sosial Facebook dari pada mengumumkan melalui media massa yang ada.

Menurut Rizal Mustopa dengan anggaran yang mencapai Rp 50 milyar seharusnya KPU sudah menyiapkan penetapan itu agar diketahui oleh masyarakat. 

Hal itu juga jelas Rizal sesuai dengan Undang-undang keterbukaan informasi publik.

"Dalam hal KPU sebagai penyelenggara pilkada di Ogan Ilir dengan anggaran yang sudah disepakati di NPHD seharusnya sudah menyiapkan hal seperti itu untuk diketahui oleh publik, dan ini sesuai dengan Undang-undang keterbukaan informasi publik," jelas Rizal Mustopa.

Rizal khawatir, masyarakat Ogan Ilir ingin tahu tentang perkembangan proses pilkada ini namun informasi tidak bisa mereka terima dengan baik dan utuh. 

"Seharusnya KPU menggunakan semua smber daya yang ada untuk menyampaikan informasi ke masyarakat

Kedepan seharusnya KPU bisa lebih bijak," jelas Rizal sembari menambahka bahwa jika alasannya protokol kesehatan maka selama ini KPU Ogan Ilir sudah menerapkan protokol kesehatan.

Ketua KPU Ogan Ilir Massuriyati yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, apa yang dilakukan KPU Ogan Ilir sesuai dengan ketentuan pasal 56 PKPU nomor 6 tahun 2020 dimana isinya dalam melaksanakan tahapan KPU dapat memanfaatkan teknologi informasi dengan menyediakan siaran langsung kegiatan pengumuman hasil penetapan pasangan calon.

'itu tercantum dalam surat KPU nomor 795," terang Massuriyati sembari menyampaikan permohonan maaf pada wartawan yang hendak mewawancarainya tadi.(iswadi)

Share on Google Plus

About Redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar