BLT Desa Sugih Waras Diduga Disunat oleh Oknum Aparat Desa

Muba, BJ.COM - Bantuan Dana Desa berupa BLT  di keluarkan oleh pemerintah melalui dana Desa, dan yang langsung di berikan oleh Kepala Desa kepada masyarakat yang kurang mampu yang terdampak oleh Kovid 19 pembagian tersebut  di dampingi oleh Camat Babat Tuman , Kapolsek Babat Tuman, Babinkamtibmas yang bertugas di wilayah Babat Toman 29/5/2020.

Berdasarkan sumber informasi dari masyarakat desa Sugihwaras pembagian BLT tersebut  mulanya berjumplah Rp 600 di kepada 144 warga kurang mampu, dibagikan dengan tunai dan di saksikan oleh Camat dan kepolisian di Babat Toman.

Namun yang terjadi setelah pembagian selesai dan  di kesorean harinya  beberapa perangkat desa berkeluyuran mendatangi rumah warga yang tadinya menerima BLT, agar kembali bantuan Dana Rp,200 dari besar banturn  Rp 600  dengan merasa keberatan warga tersebut mengembalikan uang sebesar Rp200 ribu  kepada perangkat desa sehingga bantuan yang di terima oleh warga masyarakat Sugihwaras tinggal 400 ribu rupiah.

Sedangkan warga masyarakat desa Sugihwaras yang mendapat bantuan BLT sebanyak 144 orang, warga kurang mampu dan di pandang layak untuk menerimanya.

Akibat ulah dari oknum pemerintah desa Sugihwaras yang datang kerumah warga yang tadinya menerima bantuan tersebut dan meminta kembali bantuan tersebut sebesar Rp 200 sehingga ada beberapa warga yang memberanikan diri untuk mengadukan ke awak media sehingga awak media langsung menggali informasi yang lebih lanjut.

Pada saat kepala desa Sugihwaras Zainal Abidin saat di konfirmasi oleh awak media mengenai kegunaan bantuan BLT yang di tarik kembali oleh perangkat desanya mengatakan,  Soal pemotongan 200/orang untuk pemerataan karena kesepakatan dalam musdes harus dapat merata/kk  menjadi 216 kk, kami pemerintah desa telah mengakui salah dalam mengambil kebijakan, hari ini kami telah mengembalikan uang sebesar 200 ribu, per Kk, dari BLT , dan  kami pemerintah desa lagi menjalani pemeriksaan inspektorat dan Tipikor jawab kepala desa, melalui fia whatshapp, nya.

Sementara itu juru bicara organisasi Persatuan Ormas Musi Banyuasin (POM), menanggapi awak media  terkait adanya dugaan potongan Rp 200 dana BLT oleh pihak pemerintahan desa Sugiwaras merupakan perbuatan yang tidak mendasar dan patut diduga telah terjadi tindak pidana dan mal-administasi.

Fathoni menegaskan bahwa bantuan yang bersumber dari realokasi anggaran dana desa sudah diatur dalam permendes dan Peraturan BUPATI Musi Banyuasin terkait petunjuk teknis kegiatan Dana Desa Tahun anggaran 2020 dalam upaya penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid -19).

" Tidak ada toleransi bagi pihak-pihak atau oknum yang diduga melakukan penyalahgunaan dan atau penyelewengan dana bantuan dimasa bencana pandemi Covid 19 seperti saat ini.

"kami  minta Aparat Penegak Hukum untuk menindaklanjuti dugaan penyimpangan penyaluran bantuan di desa Sugiwaras Kec. Babat tuman ini dengan Tegas,  sebagaimana ancaman pidana yang termaktub dalam Pasal 7 Perpu No. 1 Tahun 2020 tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem keuangan untuk penanganan pandemi Covid-19". Lanjut Fathoni yang juga seorang Advokat/Pengacara aktif.(Herman mensi)
Share on Google Plus

About redaksi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar