Akibat Pembulian Pelajar SMAN 1 Penukal Nekad Minum Racun

PALI, BJ.COM - Nasib siswi pelajar kelas 2, SMA N 1 Penukal asal Desa Gunung menang Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditemukan tak sadarkan diri ketika salahsatu anggota keluarganya mendengar suara minta tolong didalam kamar pada pagi (12/02/2020).

Menurut keterangan Yopi salah satu anggota keluarga ketika dimintai keterengannya melalui Via pesan singkat pada 13/02/2020, ia menuturkan adik saya sering dibuli di sekolahnya dan terakhir adik saya melaporkan perihal yang dialaminya kepada salah satu guru di sekolah tempat ia menimbah ilmu.

Tak tahu apa yang diperbincangkan mereka, sepulang sekolah ia sempat menceritakan masalah yang sedang dialaminya ke orangtua Kami.

"Keesokan paginya adik saya didapati sudah tak sadarkan diri, dari mulutnya mengeluarkan busa dan di kamarnya ditemukan racun, sejenis racun hama," beber Yopi.

Sekarang adik saya sambung Yopi,masih dirawat di RS Prabumulih dan dari kemaren kejadian hingga siang ini ia baru sadar tetapi belum bisa diajak berkomunikasi.

kami berharap agar masalah ini dapat diusut pihak sekolah, dan apabila ada unsur kesengajaan kami mintak kepada pihak yang berwajib agar menindak tegas masalah ini, agar kejadian yang serupa tak terulang kembali. Harap Yopi.

Menurut keterangan guru sekolah tempat korban sekolah guru bidang ke siswaan SMA N 1 Penukal Jawiya Spd, menuturkan bahwa siswi tersebut baru 2 hari menempah ilmu disini, sebelumnya ia pernah sekolah di SMK N 1 Penukal kemudian pindah ke SMA N 3 Penukal dan terakhir ia pindah lagi disini SMA N 1 Penukal, dan kita tak tahu masalah yang sedang ia alami baik dari sekolah sebelumnya maupun di luar sekolah.

Sambung Jawiya, korban ketika baru memasuki ruangan (kelas) sempat menghadap memintak agar ia dipindahkan dari ruangan A ke ruangan B dan atas permintaan tersebut saya sempat berkoordinasi dengan pihak operator sekolah dan oleh karena ruangan B terlalu padat sudah 27 siswa sedang ruangan A baru 23 siswa maka pihak operator tidak menyetujui perihal permintaan siswi tersebut, ujar Jawiya.

sebelumnya saya sempat menanyakan permasalahan korban ke orangtuanya mengenai korban sering tidak konsen dalam belajar dan orangtuanya menjawab bahwa anaknya tidak terlalu terbuka kepada kami dan mengenai perpindahan sekolahnyapun ia tidak terlalu mendetail menceritakan permasalahannya.

Saya memintak kepada orangtua siswa sambung Jawiya, agar permaslahan korban supaya digali lagi takutnya terjadi hal yang tidak diinginkan, ujarnya.

Mengenai pembulian siswi SMA N 1 Penukal itu tidak benar, saya tegaskan disini tak ada siswa maupun siswi yang berani membuli sesama temannya, apalagi temannya pindahan dari sekolah lain, kalaupun ada yang berani membuli teman sesamanya akan saya tindak tegas, akan saya hukum sesuai ketentuan sekolah, apabila teman Media kurang yakin silahkan konfirmasi kesesama teman sekolahnya, tegas Jawiya.(sbr)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar