PHK Sepihak, Empat Karyawan Tuntut PT.BAS dan Adukan Ke-KSPSI

Palembang, BJ.COM - Dirut PT. Berkat Alam Sukses (BAS) Sutiyono, mengancam akan penjarakan empat pegawainya, yakni. Kepala Gudang Johan bersama ketiga staf Erma, Vera dan Diana.

Pasalnya, keempat pegawai tersebut dituduh menghilangkan dan mencuri material besi behel berbagai ukuran oleh Dirut PT.BAS Sutiyono.

Keempat pegawai tersebut dijemput anggota polisi tanpa sprint (surat perintah) dan di bawa ke Polsek Sukarami Palembang dengan alasan diminta keterangan atau BAP (Berkas acara perkara) sebagai keterangan saksi.

Setelah selesai BAP, kata Johan, kami harus menginap semalam, "Kalian menginap di sini (Polsek) kita mau dinginkan pihak perusahaan", ujar Johan menirukan keterangan Jecki anggota Tim Riksa 2 Polsek Sukarami Palembang, Jum'at (10/01/2020).

"Ketiga rekan Johan, di suruh pulang setelah selesai BAP, hanya saja Johan belum selesai di periksa, masih banyak yang di tanyakan beliau harus nginap Sabtu sudah selesai BAP", terang Kapolsek Sukarami melalui Kanit Iptu Hermansyah.

Masalah ini lagi dalam proses Lidik itupun melalui aplikasi WA, ujarnya.

Pasal hilangnya material besi hingga terjadi pelaporan polisi oleh Dirut PT.BAS, ketiga karyawan Erma, Vera dan Diana yang ingin melakukan aktivitas bekerja seperti biasa, saat akan melakukan absen di halangi oleh keamanan scurity.

"Kalian bertiga tidak boleh lagi kesini, sudah Non aktif dan di rumahkan itu pesan Dirut Sutiyono", sahut scurity pos penjaga.

Karena merasa di non aktifkan tanpa surat resmi, keempat pekerja ini mengadukan permasalahan ke Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia(KSPSI) Palembang, disambut langsung oleh Ketua KSPSI Drs.H.Chaidir Tanjung, bersama Bendahara KSPSI Bilhuda dan Suhartini Kepala Serikat.

Ke-empat pekerja ini menyampaikan keluh-kesah permasalahan mereka, "Kami berempat minta hak keadilan, karena dirugikan perusahaan, gaji tidak di bayar Desember 2019 sampai sekarang, status pekerjaan non akti sepihak tanpa ada surat resmi dan lagi gaji di bawa UMR (Upah Minimun Regional), ungkap Johan.

Kalau ada łaporan kasus perusahaan seperti ini kita harus tanggapi dan kita tindaklanjut segera, ujar Chaidir.(Warto)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar