Baru Selesai Dikerjakan Proyek Senilai Rp.8.2 Milliar di Muara Enim Amblas

Muara Enim, BJ.COM - Pekerjaan pembangunan Pedestrian, Fasilitas penunjang taman kota dan gerbang selamat datang Kabupaten Muara Enim, melalui Dinas Pekerjaan Umum Perumahan, Kawasan Permukiman (PU Perkim) di Jalan Raya Muara Enim, terkesan terburu-buru yang mengakibatkan kualitas proyek buruk bahkan terlihat sudah rusak, Rabu (8/1/2020).

Bahkan tidak tanggung-tanggung, nilai kontrak tersebut mencapai Rp.8.257.549.000.00 menggunakan APBD 2019 pelaksana CV. Karya Nusantara.

Hal ini tentu saja membuat masyarakat Muara Enim kecewa, padahal anggaran tersebut milliaran rupiah.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Muara Enim, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), yakni Alex, membenarkan adanya penurunan tanah (amblas) pada proyek tersebut.

"Yang mengakibatkan Trotoar turun, ambles disebabkan resapan dari air hujan beberapa hari ini, membuat kondisi tanah timbunan memadat", kata Alek.

Lanjutnya, timbunan itu hanya berjarak satu bulan, sedangkan kalender pekerjaan 75 (Tujuh Puluh Lima Hari) tentu akibat dari curah hujan yang tinggi mengkibatkan tanah timbunan memadat.

"Sebenarnya dari bulan Desember 2019 disaat pekerjaan sudah terlihat penurunan tanah timbunan, namun saya mengatakan untuk dibiarkan dulu, nanti masih ada masa perawatan pemeliharaan pekerjaan," ucap Alek.

Pihak Kontraktor CV. Karya Nusantara masih bertanggung jawab sepenuhnya dalam pekerjaan tersebut, karena masih pemeliharaan, katanya.

Untuk sementara itu, kalau untuk lampu taman memang sengaja belum kita pasang, karena takut hilang, nanti kita pasang setelah pekerjaan pemeliharan memang benar - benar selesai, tuturnya.

Sedangkan salah satu warga atas nama Danu mengatakan, apakah pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan standar pekerjaan, terkesan mengejar hari kalender sehingga pekerjaan tersebut terburu - buru hingga tidak sesuai perhitungan.

"Takutnya, pembangunan Pedestrian dan Fasilitas penunjang gerbang selamat datang yang dibuat dengan dana milliaran ini tidak bertahan lama, ujarnya.

Kita lihat saja nanti sampai atau tidak habiskan 6 (enam) bulan kedepan, ujar Rawal. (Aji)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar