Silaturahmi Sukir Air Solf Berujung Kontak Senjata Hingga Subuh di Yonkav 5 Serbu

KARANGENDA, BJ.COM - Para Airsolfter dari berbagai daerah berkumpul di Markas militer Batalyon Kavaleri 5 Karangenda. Acara dikemas dalam silaturahmi Airsolfter atau Sukirturahmi HUT Kavad dan Yokav 5 tersebut diisi dengan kegiatan latihan Perang Malam di tengah hutan, Sabtu(7/12/2019).

Tim dibagi lima kelompok yakni 4 Mandala dan 1 kelompok dari kaum hawa yang dinamai Chadles Angels. Masing-masing kelompok dipandu oleh seorang anggota dari TNI dengan membawa GPS.

Dalam kegiatan tersebut wartawan bulletinjournalist.com ikut dalam tim Mandala 4 dan sempat terjadi kontak senjata. Kontak senjata pertama berhadapan dengan kelompok lain dengan strip Cream.

Kontak senjata anggota tim Kuning unggul meski sempat terhambat ke posko karena dihadang lawan. Raden dan Guntarto yang maju duluan terjebak pasukan lawan yang telah menunggu di gundukan tanah yang akan dilewati tim Kuning. Satu anggota tim kuning gugur.

Tim Bil posisi sembari istirahat sambil mengintai. Namun setelah senyap kurang lebih sejam terlihat senter tim lawan menghalau kekiri dan kanan posisi kelompok kuning yang berada di beberapa titik posisi.

Saya ikut Guntarto di posisi kanan bersama 1 anggota, sementara anggota Tim Kuning berada di dalam kebun karet, terlihat bayangan tim lawan kian mendekat. Guntoro bersatu anggota tim harus bersiap diri karena ketika menghubinigi tim dalam kebun karet tidak ada resfon atau tak ada jawaban. Kami mengira mereka tertidur akhirnya Guntarto dan 1 anggota tim ambil posisi semula di sisi kanan.

Malam kian sunyi dan gelap bulan kian redup tertutup awan, kondisi ini dimanfaatkan lawan untuk datang mendekat menyerbu. Terdengar suara krek ranting kayu sehingga satu anggota tim kuning berada didekatku nampak fokus kearah suara sementara dipinggir jalan nampak samar tim lawan datang.

Kondisi seperti ini  dengan cepat mengarahkan ke lawan dan terdengar suara rentetan dari bawah batang karet diikut anggota sebelah saya dan het-het suara musuh mengaku kena diiringi suara lain juga kena.musij ditembak dari berbagai arah. Ternyata anggota tim kuning sudah ambil posisi senyap dibeberapa titik.

Gun mengaku sempat memergoki lawan dari atas gundukkan tanah, ada 4 yang sedang berbincang berikut pandunya kena Freeze.
Freeze dilakukan jika bertemu musuh sedangkan jarak kurang dari 10 meter cukup diteriakan Freeze.sedangkan kata Hit diteriakn ketika kena trmbakan musuh sambil mengangkat tangan.

Tak lama setrlah ko tak senjata ada Instruksi Komando Mandala bahwa kontak senjata dihentikan. Masing kelompok ambil posisi diposko. Tim kuning yang saya ikuti oleh marshal diloading naik kendaraan menuju posko dibekas lapangan udara tentara Jepang.

Tim kuning rehat sejenak dan menerima logistik makanan dan minuman. Tak lama instruksi dai Pandu agar agar segera bersiap karena timlawan sedsng menuju kerah posko tim kuning.

Tahu bakal kedatangan musuh maka tim dibagi ada lewat rawa yang ada lacet dan lintah dan ada lewat tanah tinggi. Belum jauh berjalan ditikungan ada cahaya senter lawan. Tim kuning bergerak senyap dan berhasi Freeze lawan. Dialog terjadi tim diminta menarik pasukan ke belakang. Tak lama terjadi kontak senjata dari dua kelompok lain. Tim Biru lawan tim Charles Angels dan sebagian tim kuning bertemu satu titik pertempuran.
Rentetan terdengar dan suara terikan Hit ada yang mengaku kalah dan kembali ke posko.
Saya berada sekitar 50 meter bersama tim kelompok kuning mengintai. Nampak tim kaum hawa tak mau kalah rentetan.dan teriakan hit terjadi. Tak lama marshal datang dan.pertempuran dihentikan.

Pantauan Bulletimjournalist.com,perang malam yang asyik dan menegangkan. Pakaian army para Airsolfter beragam serta peralatan perang. Pengalaman yang tidak terlupakan sebagai wartawan Perang.

Dalam perang menggunakan airsolfgun tersebut dituntut kejujuran sipat ksatria. Jika kena harus mengaku kalah.

"Kegiatan dipusatkan di Asrama Militer Batalyon Kavaleri 5/DPC ini diberi nama  Sukirturahmi 12 Hours Military Strategy dakam rangka HUT Kavad dan Yonkav 5/DPC. Dilaksanakan rutin setiap tahun. Peserta para airsolfter dari berbagai daerah Sumbagsel,"ujar Lettu Arismanto.

Sebelum melaksanakan kegiatan para peserta di briefing oleh Lettu Arismanto. Dalam kesempatan tersebut berpesan agar peserta tidak berbuat yang tidak-tidak atau bersikap pongah. Karena lokasi kegiatan boleh dibilang angker berada.di area bekas markas tentara zaman penjajahan Jepang. Sebelum kegiatan dimulai diiringi doa dan pemotongan tumpeng. Acara malam berlangsung sampai subuh itu Alhamdulillah tidak ada para peserta cidera serius. Hanya ada yang tergigit tawon. (Gheka)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar