Akibat Lakukan Penganiayaan Sur Harus Mendekam di Bilik Besi

OGAN ILIR, BJ.COM - Sur (40) tidak dapat berkutik saat petugas Satreskrim Polsek Tanjung Raja melakukan penangkapan dirumah tersangka sekira 23.30wib, Rabu 6 Nopember 2019 lalu.

Tersangka ditangkap karena telah melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban Sar (50) hingga korban mengalami luka-luka. Hal tersebut dikemukakan Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi SIk MH, melalui Kapolsek Tanjung Raja AKP Arfanol Amri. SH, didampingi oleh Kanit Reskrim IPDA Sutopo.

Sur adalah salah satu pelaku pengeroyokan terhadap Sar pada hari Sabtu tanggal 26 Oktober 2019 pukul 17.20 Wib yang terjadi di rumah tersangka Dsn II Rt.03 Desa Penyandingan Kecamatan Sungai Pinang, Ogan Ilir
Akibat pengeroyokan tersebut korban mengalami luka-luka hingga baju korban bersimbah darah.

Kronologis kejadian, pada saat korban tiba dirumah, pelaku Suryadi Bin Suri sudah menunggu didepan rumah korban, setelah itu korban dan pelaku Suryadi cekcok mulut, dan pelaku Suryadi langsung menyerang korban dengan memukul bagian kepala sebelah kiri korban menggunakan tangan Sebelah kanan sebanyak 1 kali kemudian dilerai oleh istri korban, pada saat istri korban melerai pelaku Suryadi, Pelaku D.I ( DPO ) langsung memukul Korban dengan menggunakan 1 bila Bambu mengenai kepala korban dan saat itu juga pelaku Suryadi Langsung berkelahi ( bergulat ) kembali dengan korban sehingga korban terjatuh dan tidak berdaya. Setelah itu pelaku Suryadi dan pelaku D.I ( DPO ) langsung melarikan diri.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek.Tanjungraja dan oleh petugas Polsek Tanjungraja akhirnya tsk berhasil ditangkap dirumahnya tanpa ada perlawanan.

 Dihadapan petugas pelaku mengakui    diinterogasi tsk Sur mengakui perbuatannya yakni telah melakukan pengeroyokan terhadap korban Sar secara bersama -sama Tsk. D.I  ( DPO ).
Selanjutnya tsk berikut barang bukti satu hai baju kaos berkerah lengan pendek warba coklat berlumuran darah yang telah mengering milik korban.

"Karena telah melawan hukum melakukan tindak pidana pengeroyokan maka pelaku akan dikenakan pasal 170 (2) ancsman pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun,"pungkasnya.(Gheka)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar