Kadinkes Respon Ranitidin Dilarang BPOM

MUBA, BJ.COM - Diduga terkait dengan adanya informasi dari pemberitaan sejumplah media yang ada di sumsel, adanya angkat bicara Kadinkes Banyuasin di salah satu Media Massa tentang BPOM menghimbau dan melarang peredaran Obat Lambung Ranitidin  yang di konsumsi sebagai salah satu obat membuat beberapa ibu rumah tangga resah bahkan kedepan jika mau mengkonsumsi obat harus ada Resep dari Tenaga Medis/Doktor.

Sella salah satu ibu rumah tangga di kota sekayu kabupaten Musibanyuasin meminta tanggapan tentang larangan konsumsi obat tersebut cukup terkejut, karena saya pernah mengkonsumsi obat tersebut untuk obat Lambung, jika memang hal itu berbahaya saya berharap Dinas Kesehatan Musi Bayuasin dapat memberikan Edaran Resmi, kepada pihak RSUD, Pukesmas bahkan,  Apotik di melarang untuk menjual obat tersebut serta pada tempat pelayanan kesehatan lainya dilarang untuk mengunakan obat tersebut, terakhir kami mintak dinkes untuk turun mengecek obat tersebut di apotik.

Kepala Dinas kesehatan Musi Banyuasin Dr H Azmi Dayusman melalui pesan singkat dari via Massenger ketika di minta komentar terkait larangan BPOM untuk obat tersebut, mengatakan untuk hal itu kami baru mendapatkan surat edaran dua (2) hari yang lalu, dan akan segera kami tindak lanjuti, ke RS dan PKM serta Apotik ujar nya, berdasarkan pantauan awak media diduga obat tersebut masih ada yang beredar di apotik dan  toko obat di wilayah kabupaten musibanyuasin (warto/rill)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar