Buron Seminggu Pelaku Anirat Ini Akhirnya Serahkan Diri

Ogan Ilir, BJ.COM - Decik (24) akhirnya menyerahkan diri ke Polisi. Warga LK.II Rt.04  Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan indralaya ini semlat melarikan diri selama seminggu setelah melakukan penganiayaan dengan pemberatan (Anirat) terhadap Adi C.(21).

Akibat kejadian tersebut korban meruoakan warga Dusun 2 Desa Tanjung Seteko Kecamatan indralaya, ini sempat dirujuk berobat dirumahsakit Charitas Palembang karena mengalami luka-luka di dada, serta paha kiri-kanan.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Imam Tarmudi SIK MH melalui Kapolsek Indralaya AKP Bambang Djulianto SH MH didampingi Kanit reskrim Polsek indralaya IPDA Supriadi Garna SH kepada awak media Kamis (9/10/2019) mengatakan, Polsek Indralaya ungkap kasus perkara penganiayaan berat.yang terjadi pada hari Selasa tanggal 01 Oktober 2019 pukul 08.30 Wib di LK.II Rt.04 Kelurahan indralaya Mulia Kecamatan indralaya.

Kronologi Kejadian, Pada hari Selasa tanggal 01 Oktober 2019 sekira pada pukul 08.30 Wib di LK.II Rt.04 Kel.indralaya mulia kec.indralaya kab.ogan ilir korban dan tersangka bertemu dikarenakan sebelunya antara korban dan pelaku ada permasalahan hutang piutang hingga terjadi perselisihan dan pertengkaran antara korban dan pelaku yang berujung terjadi perkelahian antara korban dan pelaku. Kejadian tersebut hingga dilerai oleh para saksi.

Kemudian pelaku pulang kerumah dan mengambil pisau dapur dan kembali mendatangi korban dan langsung menusuk korban sebanyak 3 kali masing-masing dibagian dada dan paha kiri dan kanan hingga korban dirawat dirumah sakit charitas Palembang.

Masih kata.Bambang, Pada hari Selasa tanggal 8 Oktober 2019 sekira pada pukul 14.00 wib setelah pihak Satreskrim Polsek Indralaya yang dipimpin oleh kita selaku Kapolsek Indralaya melakukan pendekatan kepada pihak keluarga tersangka kemudian pada hari itu juga tersangka menyerahkan diri dengan didampingi oleh pihak keluarganya tanpa ada melakukan perlawanan.
Adapun barang bukti berhasil diamankan 1 (satu) Bilah pisau dapur bergagang kayu.

"Karena melawan hukum melakukan tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan maka pelaku akan dikenakan  pasal 351 ayat (2) KUHP  diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun,"pungkasnya.(Gheka)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar