Korupsi Dana Desa, Kedes Compreng Ditahan Polres Subang

SUBANG, BJ.COM - Kepala Desa Compreng, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang Jawa Barat yang di Ketahui bernama "Warnah"terpaksa dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Subang, setelah penyidik dari Unit Tipikor Satreskrim menemukan bukti ada tindak pidana korupsi program Dana Desa (DD) Tahun 2016.

Kapolres Subang, AKBP Muhammad Joni didampingi Kasatreskrim Polres Subang, AKP M Ilyas Rustandi dan Kanit Tipikor, Ipda Donny Kustiawan dalam Konfrensi Pers nya di Mapolres, Senin (2/9).

Kapolres menjelaskan, ditahannya Kades Compreng bermula dari hasil Audit investigasi Irda Nomor : 700 / 186 / Irda, tanggal 08 Maret 2019 adanya indikasi kerugian keuangan Negara sebesar Rp.183.388.357 pada sejumlah proyek yang bersumber dari dana desa.

“Jadi modus operandi yang dilakukan oleh tersangka, dengan cara mengelola dana desa tahap I dan tahap II Tahun 2016 pasca dicairkan. Sedangkan para pelaksana kegiatan atau LPM hanya diberikan dana sesuai kebutuhan pekerjaan dilapangan sehingga terdapat sisa anggaran yang digunakan untuk kepentingan pribadi,”jelas Kapolres.

Secara rinci disebutkan, dana desa yang diterimanya saat menjabat sebagai Kades Compreng sebesar Rp.703.761.000 terbagi 2 tahap.

Tahap pertama dicairkan Rp.422.256.600 dan tahap kedua sebesar Rp.281.504.400.Pada tahap 1, Dana Desa itu direalisasikan untuk pembangunan sebanyak 18 kegiatan dan pada tahap kedua sebanyak 23 kegiatan serta pemberian makanan tambahan untuk Balita.

“Namun hasil penyeldidikan, dalam pelaksanaannya penggunaan dana desa sebesar Rp.703.761.000 banyak pekerjaan fiktif, dimana tersangka hanya melaporkan menggunakan nota-nota dan kwitansi dengan kegiatan yang ketika dicek di lapangan sama sekali tidak ada,” ujarnya.

Akibat perbuatannya,tersangka terjerat pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 1 huruf b dan atau pasal 3 UU RI No.31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi maksimal kurungan 5 tahun penjara berserta Barang bukti yang berhasil diamankan berupa permohonan Dana Desa Tahun 2016 beserta laporan pertanggung jawaban(LPJ) Tahun 2016, Nota dan Kwitansi asli pembelanjaan material, RAPB Desa tahun 2016 beserta stempel palsu yang digunakan.(Rudi)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar