Astuti, 'Astrea 73' Motor Pengantar Jemaah Haji yang Tersasar ke Maktab di Mina

Mina, BJ.COM - Namanya Astuti, Sepeda Motor ini telah berumur kelewat matang, namun Astuti masih menawan hati. Buktinya, banyak yang antre untuk berkenalan dengan Astuti, Tua, muda, pria, wanita, senang dengan Astuti. Karena memang, keberadaan Astuti adalah untuk menolong mereka yang kesasar di Maktab di Mina.

Astuti ini bukan manusia, melainkan motor bebek lawas yang menjadi legenda dalam perhajian Indonesia. Tugasnya adalah mengantarkan jemaah Indonesia kembali ke maktabnya di Mina. Pasalnya, jarak antar maktab bisa berkilo-kilometer jauhnya, Minggu (10/08/2019-09 Dzulhijjah 1440 H).

Astuti itu singkatan dari Astrea Tujuh Tiga, kata MIDI, SHI (Kepala KUA Lawang Kidul), petugas Buser transportasi Daker Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia pada saat Armina-Muzdalifah-Mina (Armuzna) menjadi salah satu pengemudi Astuti.

Midi mengatakan ada Enam Astuti yang beroperasi di 76 Maktab (Pemondokan Jamaah Haji selama di Mina), walau sudah berumur 46 tahun, namun motor-motor berkelir merah ini masih bisa diandalkan, sambnungnya.

Astuti beroperasi bergantian 24 jam di Mina, tepatnya parkir di flyover. Dengan personil pengemudi Muhammad Rofiq, Muhammad Soleh, Midi, Ta'rif dan Rusno. Yang selalu stanby menemani Astuti di parkiran.

Motor-motor ini digunakan petugas untuk mengantar jemaah yang tersasar ke maktab mereka. Tujuannya adalah menghemat waktu dan tenaga. Menunggangi Astuti, petugas haji bisa dengan cepat mengantar jemaah ke maktab mereka, bahkan yang terjauh sekalipun seperti Mina Jadid.

"Naik Astuti ke Mina Jadid sampai dalam 7 menit, kalau jalan kaki 1 jam," kata Midi lagi.

Astuti, Astrea '73, motor pengantar jemaah haji yang tersasar ke maktab di Mina.

Astuti adalah sepeda motor jenis Honda Super Cub C90 milik Indonesia di Mekkah. Astuti jadi andalan karena selain cepat, bisa meliuk di antara jemaah lainnya di Mina. Tapi tidak semua jalanan bisa dilalui Astuti, Menurut Midi terkadang askar atau polisi Saudi melarangnya melintas.

Petugas lainnya mengatakan, selain dimusim haji, Astuti menganggur diabaikan. Namun ketika masuk musim haji, motor tiga percepatan ini mulai didandani biar lajunya tetap prima.

Dalam kesempatan yang sama  Muhammad Rofiq mengatakan, keenam Astuti dikeluarkan bergantian sesuai dengan kondisi keramaian jemaah. "Abis Isya kami keluarkan tiga, tapi masih kurang karena jemaah banyak yang tersesat dan alat angkut sangat minim,".

Melempar jumrah di Mina menjadi salah satu proses terberat dalam ibadah haji. Jarak maktab dengan lokasi lontar jumrah lumayan jauh, terdekat 2 kilometer pulang-pergi. Hal ini membuat jemaah lansia tumbang atau tersasar. Di saat inilah Astuti beraksi, bergelut dengan Astuti dan mendengar keluhan serta linangan air mata sebagi wujud syukur jamaah haji atas bantuan yg kami berikan merupakan kepuasan bathin yg tak ternilai.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda H. Fitsa Baharuddin (kasi Transportasi Daker Madinah) mengatakan ; selama Armuzna (8-14 dulhijjah) team Transportasi Daker Madinah di dalamnya ada Buser yg ditugaskan membantu sektor Misi Haji (Kantor Pelayanan Haji di Mina), di bagi menjadi 2 Team yaitu team 1 (pendata jamaah tersesat) dg anggota Fitsa Baharuddin, Hadi BS, Endang Supriyanto, Hasan Basri, Alfan Alvian dan Muhlasin. Dan team 2 : Pengemudi Astuti yaitu Muhammad Rofiq, Midi, Muhammad Soleh, Ta'rif dan Rusno. Pengemudi coaster Muhammad Syakir dan Hafid.

"Selain Astuti kami juga punya  2 buah mobil coaster untuk mengantar jamaah haji yang tersesat".
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar