Rekonstruksi Pembunuhan dan Mutilasi Karoman, Tersangka Peragakan 81 Adegan

Ogan Ilir, Sumsel - Sebelumnya, warga Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir digegerkan penemuan mayat di Sungai Arisan Bopeng, Kamis (06/06/19).

Yang bikin geger, mayat tersebut ditemukan tanpa kepala dan kedua tangannya.

Mayat tersebut diketahui bernama Karoman (40), warga desa tersebut yang dinyatakan hilang sejak malam sebelumnya, usai berpamitan dengan keluarganya hendak mencari ikan di sungai.

Setelah menetapkan Inisial (I) sebagai satu tersangka dalam kasus pembunuhan dan mutilasi terhadap korban Karoman di Ogan Ilir pada 6 Juni 2019 lalu, Polisi melakukan rekonstruksi di halaman belakang Mapolsek Tanjung Raja, Rabu (17/7/19).

Dalam rekonstruksi,Inisial (I) memperagakan 81 adegan pembunuhan dan di saksikan ratusan warga yang ikut menyasih adegan rekonstruksi tersebut. Hal itu dilakukan untuk melengkapi berkas kasus yang sudah ada sebelumnya.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad mengatakan,innisial (I) ditetapkan tersangka setelah dilakukan penyelidikan kasus tersebut dan sementara I belum bisa di katakan sebagai pelaku utama pembunuhan karna khusus ini masih dalam proses menyelidikan.untuk dua pelaku lain lah sudah kami kantongi indintitasnya dan masih dalam pengejaran.

Polisi tidak ingin gegabah dalam menetapkan status tersangka, sehingga mereka membutuhkan waktu untuk melengkapi berkas dan barang-barang bukti yang lebih meyakinkan.

“Dari rekonstruksi sebanyak 81 adegan yang diperagakan tersangka terlibat dengan cara membantu memberi kode-kode tertentu kepada pelaku lain saat aksi pembunuhan dengan mutilasi itu dilakukan” terangnya.

Polisi akan terus mengumpulkan alat bukti yang lain karena dari reka adegan mengarah ke tersangka yang lain, “Jika misalnya tersangka lain yang dijelaskan oleh pelaku tadi nanti tidak mengakui hal itu, tidak masalah karena akan dikuatkan dengan bukti-bukti tadi,” jelasnya.

Sementara itu Istri Korban Mardiah(37)saat di diminta wawancarai wartawan mengatakan,saya berharap pelaku harus di hukum mati dia telah saat kejam membunuh suami saya dengan dimutilasi.atas perbuatan saya saya harus menanggung dan harus mengidupi ke 5 anak saya sangat terpukul sekali.saya juga berharap kepada pihak kepolisian juga dengan segera bisa menangkap 2 pelaku kiji lainnya yang biadab ini.(Isw)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar