Diduga Dikerjakan Asal-Asalan, Jalan Setapak Desa Tanjung Tiga (SDU) Dipertanyakan

Muara Enim, Bulletinjournalist.com - Pembangunan Jalan Setapak dengan menggunakan Dana Desa Tahap Pertama Tahun 2019, di Desa Tanjung Tiga Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim, diduga menyalahi aturan dan terkesan asal-aslan, seharusnya yang digunakan batu koral atau split, ini malah menggunakan batu besar yang dipecah.

Saat diminta keterangan oleh awak Media Kepala Desa Yuhadi Mengatakan, batu pecah itu perintah dari Dinas PMD Kabupaten Muara Enim dan bahan matrial batu pecah tersebut dibeli dari masyarakat langsung, Rabu (8/5).

Bangunan tersebut berlokasi di antara kapak seratus dusun 01, Panjang 504 Meter, Lebar 120 Cm,Tinggi 15 cm.Total biaya Rp 218.037.500. Kalu di hitung PxLxT =Jumlah 90 Meter kubik di Bagi Anggaran Rp.218.037.500 : 90 Meter Kubik=Rp.2.422.638 per meternya.

Sedangkan pengerjaannya tidak pernah dikontrol sama sekali oleh Kepala Desa.

Menurut  Kepala Desa bangunan jalan setapak telah di anggap selesai.

Alangkah bagusnya bangunan tersebut diawasi Masyarakat, agar proses pengerjaan berjalan dengan Maksimal sesuai yang diharapakan Masyarakat. Karena Dana Desa Milik Masyarakat yang di titip ke Pemerintahan Desa Untuk Membangun Sesuai Peraturan dan aturan, terang warga agar namanya tidak ditulis.

Kepada Dinas PMD Kabupaten Muara Enim, Polsek Semendo,Tipikor Polres Muara Enim, Inspektorat, Dan Kejari Muara Enim untuk di Berikan teguran dan bila perlu diadakan pemeriksaan terhadap Kepala Desa dan Ketua TPK serta Bendahara Desa Tanjung Tiga Kec. Semendo Darat Ulu Kab. Muara Enim, ujarnya.(Aji)
Share on Google Plus

About Bulletin Journalist

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar